Image Background
header
Umum M E R E N U N G
M E R E N U N G
Dalam waktu satu hari lagi, tahun 2017 akan berakhir.
Mungkin bagi beberapa orang, ini kabar bagus. Beberapa orang senang dengan ‘sang akhir’. Yang lain justru mau jauh-jauh dari ‘sang akhir’.
Kalau yang dialami adalah hal yang buruk, menyusahkan, traumatis, semua orang mau supaya ‘sang akhir’ segera datang, sehingga mereka bisa berkata dengan lega ‘akhirnya….’. Lalu mengharapkan keadaan yang lebih baik di tahun baru.
Tetapi yang lain mengalami hal yang enak dan menyenangkan, dan mereka menyanyi, “Kemesraan ini janganlah cepat berlalu….”. Mereka berharap ‘sang akhir’ jangan cepat-cepat datang, kalau bisa tidak usah datang! Dan mereka mengutip kata-kata ini: Why do all good things must come to an end (Kenapa semua hal yang baik harus berakhir)?
Jawabannya: All good things must come to an end, so that the BEST things can come (semua hal yang baik harus berakhir, supaya hal yang TERBAIK bisa datang)!
Khusus mengenai waktu dan tahun, kita tahu bahwa kita tidak berdaya untuk menahan mereka. Waktu akan terus berlalu, tahun akan terus berganti.
Ada tiga hal yang orang harusnya lakukan menjelang akhir tahun:
MERENUNG: Apakah yang SUDAH kita perbuat dengan waktu dan tahun yang SUDAH Tuhan berikan kepada kita? Evaluasi, refleksi diri dan memandang ke belakang.
Ini hal yang tidak banyak orang lakukan. Pertama, karena kita merasa ini membuang-buang waktu memikirkan yang sudah lewat. Yang kedua, karena banyak orang tidak punya keberanian untuk melihat kegagalan dan kesalahan mereka sendiri. Yang ketiga, karena banyak orang bingung dengan caranya, dan sering kali kita memerlukan seorang sparring partner untuk melakukan hal ini.
Kata Socrates: An unexamined life is not worth living (Hidup yang tidak pernah diperiksa adalah hidup yang tidak pantas dijalani). Kata-kata ini mungkin membuat kita tersinggung. “Saya menjalani hidup saya dengan baik-baik, sekalipun saya tidak pernah memikirkan hidup saya; masak anda bilang hidup saya tidak layak dijalani?”
Tapi kalau sdr dan saya menerima kata-kata ini bukan sebagai kecaman, tetapi sebagai tantangan, kita akan mendapatkan pelajaran penting. Kalau kita tidak pernah memeriksa apa yang kita lakukan selama ini, bagaimana kita bisa berubah?
Dari perenungan ini kita mendapatkan pencerahan, wawasan, gagasan. Kita bisa melihat apa yang berhasil, apa yang gagal, apa yang macet.
MERENCANAKAN: Apakah yang AKAN kita perbuat dengan waktu dan tahun yang AKAN Tuhan berikan kepada kita? Perencanaan dan memandang ke depan.
Dalam perencanaan, kita memperhitungkan juga hasil perenungan yang kita lakukan. Apa yang perlu diperbaiki? Apa yang perlu terus dilakukan? Apakah ada hal-hal yang perlu dihentikan? Apakah ada yang perlu kita mulai lakukan yang dulu kita tidak pernah lakukan?
Tetapi tidaklah kalah pentingnya untuk kita BERSYUKUR untuk apa yang kita sudah terima dari Tuhan di tahun 2017, dan apa yang akan kita terima di tahun 2018. Sepanjang tahun ini, saya yakin saudara-saudari sekalian tidaklah terus menerus mengalami hal-hal yang baik tanpa mengalami hal yang buruk, tetapi juga tidak terus menerus mengalami hal-hal yang buruk.
Kalau saudara merasa bahwa yang saudara terima hanyalah hal-hal yang buruk dan tidak ada satupun yang baik, saya mengajak saudara untuk ambil waktu untuk merenung dalam-dalam. Benarkah tidak ada yang baik? Atau sebenarnya ada, cuma tersembunyi? Atau sebenarnya tidak tersembunyi, cuma tidak terlihat? Atau sebenarnya terlihat, cuma diabaikan karena saudara terlalu terpaku pada hal-hal yang negatif?
Seorang pria bersaksi di satu acara ibadah dimana saya menjadi pembicara. Dia menceritakan tentang hidupnya yang cukup berhasil. Dari hidup yang susah sekarang dia menjadi dokter terkenal dan kaya raya. Dia bersyukur, tetapi selama bertahun-tahun dia bingung mesti bersyukur kepada siapa! Sekarang dia baru sadar, dia patut bersyukur kepada Tuhan. Sekalipun saat itu dia didiagnosa terkena penyakit yang akan merenggut nyawanya.
Saudara dan saya harus banyak bersyukur. Bersyukur mengubahkan perasaan kita, pikiran kita dan, akhirnya, hidup kita. Seperti wanita tanpa kaki yang saya temui di Jakarta Barat; atau pria dengan separuh kaki dan tangan di Surabaya; mereka tetap bisa bersyukur. Bersyukur, pada akhirnya, adalah pilihan yang kita ambil.
Mari akhiri tahun 2017 dengan BERSYUKUR KEPADA DIA!
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT