Image Background
header
Umum M U J I J A T
M U J I J A T
Mujijat itu benar ada atau tidak? Bisa terjadi atau tidak?
Filsuf Inggris dari abad ke 18, David Hume, tidak percaya akan mujijat, sekalipun mujijat yang dicatat di Injil. Dasar ketidakpercayaan beliau? Karena mujijat tidak mungkin terjadi, sekalipun yang menceritakan kisah mujijat itu adalah orang yang sangat bisa dipercaya. Bagi Hume, mujijat adalah pelanggaran hukum alam.
John Lennox, profesor matematika di Universitas Oxford, punya pendapat yang berbeda. Menurut hamba Tuhan ini, mujijat tidak harus melanggar hukum alam. Dia memberikan contoh: Umpamakan anda setiap hari menaruh uang Rp 10 juta di laci. Setelah 5 hari anda hitung uang di laci itu. Harusnya ada Rp 50 juta, tapi ternyata hanya ada Rp 30 juta. Rp 20 juta hilang. Apakah anda langsung berpikir: “Wah… ternyata hukum aritmatika dilanggar”; atau “Wah ternyata hukum aritmatika tidak berlaku di laci saya”? Tentu tidak. Anda langsung tahu, ada yang mengambil sebagian uang di laci itu. Hukum aritmatika tetap berlaku, tapi ada yang mengintervensi hukum itu. Dan hukum aritmatika tidak bisa menghalangi orang untuk mengambil uang di laci itu. Menurut Profesor Lennox, kalau Tuhan mau mengintervensi hukum alam, siapakah kita sehingga merasa berhak melarang Tuhan?
Ada kata-kata Hume yang lumayan bagus juga: Kekristenan tidak hanya di awal saja disertai mujijat, tetapi sampai hari inipun kekristenan tidak bisa dipercayai oleh seseorang rasional tanpa orang itu percaya akan mujijat.
Kalau anda mengaku seorang Kristen, menurut filsuf Hume, anda mau tidak mau harus percaya akan mujijat. Wow… (tetap wow sekalipun sang filsuf sebenarnya menyindir orang kristen yang semuanya tidak rasional, ga pake otak. Mujijat ngga mungkin terjadi, tapi percaya juga!).
Jadi, pembaca, kita tidak punya pilihan. Kalau kita mengaku pengikut Kristus, maka mau tidak mau, kita harus percaya akan mujijat.
Apakah Yesus Kristus benar-benar ada? Ada yang bilang begini: Dia tidak ada, karena berita tentang Dia hanya ada di Alkitab, tidak ada dari sumber-sumber non-Kristen.
Ah, itu argumentasi basi. Ada puluhan referensi tentang Yesus Kristus dari orang-orang non-Kristen yang hidup pada jaman itu. Antara lain: Josephus Flavius (sejahrawan Yahudi), Cornelius Tacitus (sejahrawan Romawi), Suetonius (sejahrawan Romawi), Mara Serapion (filsuf Romawi), dan Plinius Muda (gubernur Romawi yang menulis surat ke kaisar Trajanus tentang kekristenan) dll.
Hampir semua catatan dari orang-orang non-Kristen pada jaman itu menyebutkan hal yang sama: Yesus dari Nasaret adalah pembuat mujijat.
Jadi, kita memiliki Tuhan yang adalah sumber mujijat.
Apakah mujijat masih ada sampai hari ini?
Kalau anda percaya apa kata Alkitab sepenuhnya, anda tidak punya pilihan lain. Anda harus percaya, mujijat masih ada sampai hari ini.
Jangan jadi Kristen Kafetaria: boleh pilah-pilih mana yang suka. Jangan jadi Kristen seperti orang ke toko: yak dipilih…dipilih…
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibr 13:8)
Judith Halim, wanita asal Pematang Siantar, menikah dengan pria Singapura. Ketika anak pertama mereka lahir, ternyata anak itu menderita kelainan di jantung dan otak. Suaminya menceraikan dia ketika anak mereka masih berusia satu bulan.
Dalam keadaan terpuruk, tanpa pekerjaan dan tanpa uang, Judith memutuskan untuk bunuh diri. Sebuah panggilan telpon mengubahkan hidupnya. Dari ujung telepon, seorang agen asuransi menawarkan polis asuransi. Orang mau mati ditawari asuransi… Jelas Judith menolak. Dan sekilas dia menceritakan keadaannya. Sang agen asuransi akhirnya mengajak Judith ke gereja.
Hari itu di gereja, pengkhotbah berkata demikian, “Saya tahu di sini ada orang yang ingin bunuh diri. Jangan lakukan itu karena Tuhan mengasihi kamu.” Judith maju untuk didoakan. Setelah itu, dia pulang dan tidur. Besoknya ketika dia bangun, depresi dan niat bunuh dirinya hilang. Dia menemukan kekuatan dan gairah hidup. Singkat cerita, Judith akhirnya bekerja sebagai petugas kebersihan; naik pangkat jadi satpam, lalu naik pangkat terus sampai menjadi direktur; Setelah itu dia membuka restoran bernama Olive Vine.
Dia menikah lagi dengan seorang pria yang dia kenal di gereja. Badai kembali datang. Suaminya, Pdt Jason Ong, terkena kanker otak dan diperkirakan hanya akan hidup 6 bulan saja.
Mujijatnya dimana? Anaknya sembuh dari kelainan otak dan jantung. Suaminya sembuh dari kanker otak. Dan Judith menjadi pengusaha yang meraih South East Asia Women Excellence Award 2012 di Singapura.
Judith bersama suaminya sekarang berkeliling melayani pekerjaan Tuhan.
Jangan putus asa. Seberapa beratnyapun keadaan saudara, mujijat masih ada. Dan mujijat akan terus ada selama Sang Sumber Mujijat masih ada. Carilah Dia, maka saudara akan menemukan mujijat itu.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT