Image Background
header
Umum MAMA
MAMA
Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. – Yoh 19:27

Bagaimanakah perasaan seorang mama ketika tetangga dan saudara menghujat dia karena punya 2 anak? Tetangga dan saudara memarahi sang mama karena harusnya dia tahu diri dan jaga diri.
Bagaimanakah perasaan sang mama ketika anak yang dia besarkan sendirian itu akhirnya berdiri di panggung kehormatan nasional dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan mama?
Ketika Wanda Pratt berumur 18 tahun, dia melahirkan anak pertamanya, Tony. Sementara anak-anak seumurnya sedang menikmati sekolah, dia sudah harus bekerja mencari nafkah. Orang-orang memarahi dia.
Ketika dia berumur 21 tahun, anak kedua bernama Kevin lahir. Orang-orang tambah memarahi dia. Dan ketika dia msih punya anak lagi, omelan makin tambah…
Tapi dia bergeming…dan bekerja keras, single parent, membesarkan empat anaknya. Perjumpaan dengan Tuhan membuat dia tambah percaya. Kevin bertambah besar, dan badannya bertambah tinggi melebihi 2 meter. Dan dia pintar main basket…sampai bergabung dengan klub Oklahoma City Thunders. Anak manis itu menjadi ‘the nicest guy in NBA’ (orang paling baik se NBA/Persatuan Basket Amerika). Dia juga rajin ke gereja dan suka membantu orang susah.
Minggu lalu, Kevin berdiri di panggung sebagai Most Valuable Player 2014 alias pemain bola basket terbaik se Amerika 2014. Di malam penghargaan itu, Kevin Durant berdiri dan berpidato, “Pertama-tama, saya berterima kasih kepada Tuhan yang mengubah hidup saya dan membuat saya sadar akan arti hidup. Bola basket hanyalah satu panggung untuk saya menginspirasi banyak orang.”
Lalu Kevin bercerita tentang masa kecilnya. Dengan mata basah, dia bercerita tentang masa-masa di mana hidup rasanya buntu.
Kevin menutup pidatonya dengan berterima kasih kepada mama.
“Terima kasih mama. Mama yang membuat kami percaya, mama yang menjaga kami dari kehidupan jalanan, memberi kami baju, makanan di meja. Mama tidur dalam keadaan lapar. Mama berkorban demi kami. Mama adalah Pemain Terbaik sejati…”
Seluruh hadirin berdiri, seluruh gedung bergemuruh dengan tepuk tangan menghormati seorang mama… Wanda Pratt menangis terharu…semua kerja keras, keringat dan air mata terbayar sudah…
Hari ini, 11 Mei 2014, adalah hari Ibu internasional. Kita ingin menyampaikan penghargaan kita kepada para Ibu yang sudah melakukan tugas dan panggilan mereka.
Ketika Tuhan Yesus sedang tergantung di kayu salib, dengan suara yang lirih, penuh kesakitan, Tuhan kita ingin memastikan bahwa mama-Nya ada yang menjaga. Pada saat itu, semua saudara-Nya belum bertobat. Murid-murid kabur menyelamatkan diri, kecuali Yohanes yang tetap bertahan. Demikianlah Dia menunjukkan kasih-Nya kepada wanita yang dipakai oleh Bapa untuk melahirkan Dia ke dunia.
Sebaliknya, bagi Maria, melihat Anak lelakinya tergantung berdarah-darah di kayu salib pastilah sangat menyakitkan. Tetapi Maria tidak tahu akan rencana maha agung yang sedang dilakukan oleh Bapa Surgawi. Semua kesakitan yang diderita Anaknya itu ternyata membawa kesembuhan bagi dunia.
…dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. – Yes 53:5
Dunia mendapatkan pengharapan, keselamatan, kesembuhan dan pemulihan karena apa yang Yesus lakukan di kayu salib.
Wanda Pratt bangga sekali melihat anaknya berdiri menyampaikan pidato. Saya rasa Maria pastilah juga bersukacita ketika Anaknya bangkit dari kematian, mengalahkan maut.
Kepada para mama yang membaca ini, jangan pernah merasa bersalah dengan kekuranganmu sebagai manusia. Banyak mama merasa belum berbuat banyak buat anak-anak mereka. Serahkanlah anak-anakmu kepada Tuhan. Bawalah mereka mengenal Pencipta dan Juru Selamat mereka, Yesus Kristus Anak Allah. Itulah yang terpenting buat mereka. Itulah bekal terbaik yang bisa mereka dapat dari seorang mama.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT