Image Background
header
Umum MULUT
MULUT
Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!
Maz 141:3

Doa yang menarik sekali. Pemazmur menyadari kekuatan mulut. Mulut memiliki kekuatan yang hebat. Kekuatan ini bisa positif bisa negatif.
Mulut bisa membangun atau menghancurkan.
Dia bisa menolong atau merongrong.
Mulut juga bisa menyembuhkan atau melukai.
Dia bisa memuji atau memaki, memberkati atau mengutuki.
Dan begitu perkataan sudah keluar, dia tidak bisa ditarik balik lagi.
Rumah tangga, hidup orang, perusahaan, gereja, keuangan, persahabatan, pekerjaan, sekolah…pendeknya semua sisi kehidupan manusia, bisa hancur karena mulut!
Contoh daya rusak berita bohong:
John Ramsey menemukan anak kesayangannya meninggal dibunuh di basement rumahnya. Desas-desus beredar bahwa dia dan istrinya adalah pembunuh anak mereka. Mereka akhirnya jadi tersangka. Selama bertahun-tahun mereka menderita karena tuduhan tak berdasar. Bisnis bangkrut, teman hilang. Istrinya meninggal karena kanker. Dan akhirnya John dilepaskan dari tuduhan karena tidak ada bukti. Tapi hartanya sudah habis dan keluarganya hilang.
Bakmi GM pernah dituduh memakai air rebusan bayi supaya bakminya bisa terasa enak. Jelas tidak masuk akal, tapi ada banyak orang percaya, sehingga bakmi GM terpaksa memasang iklan di koran untuk membantah berita bohong itu. Berapa kerugian bakmi GM? Kita tidak tahu. Tapi yang jelas dia dirugikan.
Tahun 1995 beredar kabar bahwa logo Procter & Gamble (produsen Pantene, Pringle, Gillette dll) adalah simbol penyembahan setan. Produk P&G dijauhi orang dan harga sahamnya jatuh di bursah saham. Akhirnya P&G mengajukan beberapa orang ke pengadilan karena menyebarkan kabar bohong dan P&G akhirnya diberikan ganti rugi hampir 20 juta dolar.
Saya punya puluhan contoh demikian… termasuk kampanye hitam yang sekarang kian gencar menjelang pemilihan presiden 2014.
Desas-desus, gosip, kampanye hitam dan sejenisnya sekarang tidak hanya terbatas di mulut, tetapi sudah menyebar melalui HP dan media sosial seperti Facebook, Twitter dan lain-lain. Dulu berita bohong atau negatif menyebar dari satu orang ke satu orang glain. Sekarang dari satu orang bisa langsung menyebar ke ribuan orang sekaligus. Karena itu daya rusaknya menjadi semakin kuat.
Doa pemazmur yang kita kutip di atas tadi juga menunjukkan suatu hal yang penting: dalam urusan mulut ini, kita harus minta pertolongan Tuhan. Kenapa? Karena menggosip itu nikmat! Bisa menceritakan jeleknya atau parahnya orang bisa menimbulkan kesenangan tersendiri. Apa lagi kalau lawan bicara kita juga punya informasi tambahan. Wah, seru!
Kita perlu Tuhan untuk menolong kita mengendalikan mulut kita ini. Tetapi kita sendiri juga perlu melakukan hal-hal tertentu.
1. Jangan terlalu campur dalam urusan yang bukan urusan kita. Beberapa hal bukan urusan kita. Hidup sendiri sudah cukup rumit, untuk apa mengurusi urusan orang lain?
2. Kurangi berbicara, lebih banyak mendengar, sesuai pesan Alkitab di Yak 1:19. Dorongan untuk memberikan komentar selalu ada, maka belajarlah untuk menahan diri.
3. Jangan meneruskan berita yang tidak pasti, bersifat negatif atau fitnah tentang seseorang.
4. Kalau menyampaikan berita negatif, tanyakan diri terlebih dahulu:
a. Apakah berita ini benar? Kalau tidak, ya jangan disampaikan. Kalau ragu-ragu atau tidak jelas, ya jangan disampaikan. Kalau benar, tanyakan pertanyaan di point berikut.
b. Apa ini perlu? Sesuatu yang benar belum tentu perlu/harus disampaikan. Perlu tidak saya menyampaikan hal ini? Kalau tidak, jangan disampaikan. Kalau perlu disampaikan, tanyakan pertanyaan di point berikut.
c. Apakah lawan bicara saya ini orang yang tepat untuk mendengar berita ini? Apakah orang yang saya ajak bicara atau sms ini memang perlu tahu hal ini? Apakah ini menyangkut dia? Kadang beritanya benar, dan perlu disampaikan, tapi kita bicara ke orang yang salah, jadinya salah juga.
Sebagai gantinya, mari kita menjadi penggosip kabar baik saja. Ceritakan tentang kebaikan dan kemurahan Tuhan kepada orang-orang lain. Dengan demikian mulut kita akhirnya menjadi berkat bagi orang-orang dan bagi Kerajaan Allah.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT