Image Background
header
Umum N A N Y A
N A N Y A
Di sana Elia bermalam di dalam gua. Lalu TUHAN berkata kepadanya,
"Elia, sedang apa kau di sini?" ( 1 Raj 19:9 BIS)

Tuhan Allah bertanya…
Ini perlu dipertanyakan. Yang Maha Tahu kok perlu bertanya? Apa Dia lagi bingung kenapa Elia bisa ada di Horeb? Kan Dia maha tahu? Seharusnya kalau sudah mencapai level maha tahu sudah tidak usah bertanya lagi dong? Saya percaya bahwa kalau Tuhan Allah bertanya, ini bukan karena Dia butuh informasi yang Dia tidak miliki. Dengan kata lain, Tuhan bertanya bukan karena Dia tidak tahu tentang hal yang ditanyakan. Tuhan bertanya bukan karena Dia perlu jawaban.
Pertanyaan Tuhan adalah untuk memberikan kita kesempatan untuk berbicara. Saya rasa di sini kita perlu berhenti sebentar untuk berkata, “Terima kasih Tuhan untuk kesempatan aku boleh berbicara.” Tuhan itu bukan diktator yang tidak perduli dengan pendapat atau pandangan manusia. Dia memberi kita, manusia hina, kesempatan untuk menyampaikan isi hati kita, atau kejadian menurut versi kita. Dengan demikian Dia menyatakan kasih-Nya kepada kita dengan mau mendengarkan kita. Kita menyatakan kasih kita kepada seseorang dengan cara, antara lain, memperhatikan kebutuhan seseorang dan mendengarkan orang tersebut.
Elia dalam keadaan babak belur; bukan secara fisik tetapi secara kejiwaan. Dia dalam ketakutan dan kekecewaan besar. Depresi mulai menghantam dia. Dia ingin mengakhiri hidupnya. Dan Tuhan dengan penuh kasih mengajukan pertanyaan yang lembut kepada Elia. Dia tahu Elia tidak membutuhkan omelan dan kritik. Elia cuma perlu dihibur… Dia merasa sendirian… Dia perlu tempat curhat. Dan Tuhan memberikan Dia kesempatan itu dengan mengajukan pertanyaan yang sederhana.
Saudara dan saya bisa curhat dengan Tuhan. Sampaikan apa yang menjadi keberatan dan pergumulan hidup sdr.
Pertanyaan Tuhan juga adalah kesempatan untuk kita membuat pengakuan. Tuhan melakukannya kepada Adam. Pertanyaan Tuhan kepada Tuhan, “Dimanakah engkau?” Tuhan bukan sedang panik mencari Adam yang menhilangg. Tuhan sedang memberikan kesempatan kepada Adam untuk membuat pengakuan yang jujur.
Kita tidak usah main sembunyi di hadapan Tuhan. Dia maha tahu. Kita tidak usah menyangkal seperti Kain ketika ditanya oleh Tuhan di mana adiknya. Tuhan tahu semua. Lebih baik jujur daripada berbelit-belit seperti Raja Saul ketika dikonfrontasi oleh nabi Samuel.
Pertanyaan Tuhan juga adalah kesempatan untuk introspeksi. Pertanyaan Tuhan kepada Elia adalah untuk memaksa dia menanyakan pertanyaan yang sama kepada dirinya sendiri… iya ya, sebenarnya aku ngapain di sini ya?
Pertanyaan ini memaksa seseorang untuk memeriksa hidupnya.
Kata satu orang, “Kita bisa mengetahui seseorang itu pintar dari jawabannya. Tetapi kita akan tahu seseorang itu bijak dari pertanyaannya.”
Menanyakan pertanyaan yang tepat adalah langkah yang penting dalam hidup ini. Kalau pertanyaan saja sudah salah, bagaimana mau dapat jawaban yang benar? Pertanyaan yang benar saja belum tentu mendapat jawaban yang benar, apalagi pertanyaan yang salah!
Salah satu pertanyaan besar yang harus kita tanyakan kepada diri kita adalah, “Ngapain aku di sini, melakukan apa yang aku lakukan sekarang?” Ini pertanyaan tentang MENGAPA, bukan sekedar pertanyaan tentang APA.
Elia, apa yang kamu sedang lakukan di sini? Saya lagi ngumpet dari Izebel…
Pertanyaan berikut: Kenapa kamu harus lari dari Izebel? Kenapa kamu harus takut dengan dia?
Kita dipaksa untuk memeriksa diri kita dan arah hidup kita. Kita dipaksa untuk memeriksa MOTIVASI kita dalam melakukan sesuatu.
Saudara sedang apa di sini? Saya lagi di gereja. Kenapa sdr ke gereja?
Bisakah sdr menjawab pertanyaan ini?
Tentu ada banyak jawaban yang bisa kita ajukan… Jawaban kita menunjukkan hati kita.
Saya ke gereja karena harus… masak minggu ngga ke gereja?
Saya ke gereja karena dipaksa/terpaksa…
Saya ke gereja karena saya pernah ditolong Tuhan, jadi ya…wajarlah kalo ke gereja…
Saya ke gereja karena saya rindu menyembah Tuhan yang sejati…
Saya ke gereja karena saya membutuhkan jamahan Tuhan.
Saya ke gereja karena itu adalah kewajiban setiap makhluk untuk berbakti kepada Tuhan.
Apa jawaban sdr?

Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT