Image Background
header
Umum N G O T O T
N G O T O T
Anda mungkin sudah membaca artikel sebelumnya yang berjudul ‘NGALAH’. Contoh-contoh diberikan tentang pentingnya mengalah dan berkat dari mengalah.
Perlu disadari bahwa kita tidak disuruh mengalah dalam segala hal. Terhadap dosa kita tidak boleh mengalah. Terhadap godaan kita jangan mengalah. Terhadap iblis kita tidak mengalah, malah melawan.
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! (Yak 4:7)
Selain itu, dalam hal tertentu, kita harus ngotot. Ngotot bukan dalam arti tidak mau terima kenyataan, tapi ngotot dalam arti mau berusaha mati-matian, tidak gampang menyerah.
Kita harus ngotot dalam keselamatan jiwa-jiwa.
Abraham di artikel lalu menjadi contoh orang yang mengalah terhadap Lot ketika terjadi konflik. Sekarang mari kita lihat dia ngotot dalam soal keselamatan Lot. Di Kej 14:12, Lot dan keluarganya ditawan oleh musuh.
Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi--sebab Lot itu diam di Sodom.
Apa yang Abraham lakukan ketika mendengar kabar ini?
Hallleeeloooyyaahh…. Rasain loh… kualat ama orang tua!
Itu salah dia sendiri. Kan dia sendiri yang milih ke sono, ya udah, makan tuh kambing…
Tuhan sungguh adil…hiks…Lot serakah, tapi Tuhan sungguh cepat bertindak. Baru di pasal 13 dia kurang ajar ama gua, eh di pasal 14 dia udah ngalamin kesusahan… amiinnn…
Gusti ora sare (Tuhan tidak tidur)…haleluuuyaahhh!
Abraham tidak berpikir dan berbuat demikian. Ini yang dia lakukan:
Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan. (Kej 14:14)
Abraham mempertaruhkan nyawanya dan nyawa anak-buahnya demi menyelamatkan Lot dan keluarganya.
Kita harus ngotot dalam soal keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang! Kita harus ngotot merampas jiwa dari kebinasaan kekal!
Tuhan Yesus sendiri ngotot dalam hal ini, sampai Dia rela mengorbankan nyawa-Nya sendiri demi keselamatan kita. Maka kita juga harus ngotot dalam soal yang satu ini.
Para rasul juga ngotot dalam hal ini. Ketika mereka diancam untuk tidak boleh menyampaikan kabar keselamatan kepada orang-orang, ini jawaban mereka di Kis 4:19:
Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. 20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."
Wow!
Petrus dan Yohanes tetap hormat kepada para pemimpin bangsa yang mengadili mereka. Ini yang harus kita ingat. Alkitab sangat jelas meminta para pengikut Kristus di mana-mana untuk tunduk kepada pemerintah di mana mereka berada. Tetap ada kalanya, terkadang, muncul situasi di mana pemerintah (tidak terjadi di sini, puji Tuhan) melarang kita memberitakan tentang Yesus Juru Selamat, maka kita harus ngotot. Tetapi kita tidak ngotot dengan memberontak terhadap pemerintah, kita ngotot dengan bersedia menderita, termasuk di penjara sekalipun. Itulah yang terjadi pada para rasul itu di Kis 4:21:
Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga,…
Kis 5:40-42:
40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan. 41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. 42 Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.
Diancam, ditangkap, dicambuk… semua ini tidak membuat mereka mundur. Mereka tetap ngotot dalam mengabarkan keselamatan. Inilah yang harus kita tiru.
Kita belum sampai dicambuk atau ditangkap. Kita bisa saja ditolak, dihina, ditertawakan atau mungkin diancam. Tetapi itu tidak boleh membuat kita mundur. Kita hanya mundur ketika sudah melakukan tugas kita. Kalau orang menolak, kita tidak pernah dan tidak boleh memaksa. Kita mundur. Tuhan Yesus juga tidak memaksa ketika anak muda kaya itu tidak mau menerima apa yang disampaikan.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT