Image Background
header
Umum N  Y  E  S  E  L
N Y E S E L
Lalu berkatalah Saul: “Aku telah berbuat dosa, pulanglah, anakku Daud, sebab aku tidak akan berbuat jahat lagi kepadamu, karena nyawaku pada hari ini berharga di matamu. Sesungguhnya, perbuatanku itu bodoh dan aku sesat sama sekali.” (1 Sam 26:21)
Penyesalan hidup adalah salah satu pergumulan terbesar manusia. Semua kita pernah berbuat salah. Sebagian kesalahan kecil, sebagian lagi kesalahan besar. Sebagian tersembunyi, sebagian lagi bikin geger. Sebagian terselesaikan, sebagian lagi dibawa mati. Kesalahan kemudian membawa kepada penyesalan.
Bronnie Ware bekerja sebagai suster di rumah sakit khusus untuk pasien yang sudah tidak tertolong secara medis. Setelah merawat pasien bertahun-tahun, dia mendengar kisah-kisah penyesalan yang disampaikan oleh para pasien ini. Menurut suster Bronnie, ada 5 penyesalan terbesar:
1. I wish I"d had the courage to live a life true to myself, not the life others expected of me. Saya berharap seharusnya memiliki keberanian untuk hidup yang sesuai dengan diri saya, bukan hidup yang diharapkan orang terhadap saya.
2. I wish I didn"t work so hard. Saya berharap seharusnya saya tidak bekerja terlalu keras.
3. I wish I"d had the courage to express my feelings. Saya berharap seharusnya saya memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan-perasaan saya.
4. I wish I had stayed in touch with my friends. Saya berharap seharusnya saya tetap berhubungan dengan teman-teman saya.
5. I wish that I had let myself happier. Saya berharap seharusnya saya membiarkan diri saya lebih bahagia.
Penyesalan adalah teroris kejam dalam jiwa manusia. Dia kejam karena dia bisa menteror bertahun-tahun. Dia menyiksa korbannya siang malam. Dia membuat korbannya menangis, menyiksa diri, menyiksa orang lain, marah-marah tidak karuan, bahkan sampai membunuh diri.
Raja Israel, Saul, hidup dalam penyesalan sampai dia mati. Banyak hal yang harusnya dia lakukan (umpama: taat kepada Tuhan) tidak dia lakukan. Sebaliknya, banyak hal yang seharusnya tidak dia lakukan (umpama: berupaya membunuh menantunya, Daud) dia justru lakukan. Penyesalannya dia ungkapkan di ayat yang kita kutip di atas. Sungguh tidak enak sekali hidup dalam penyesalan. Perasaan marah, sedih, takut muncul campur aduk dalam jiwa orang demikian.
Apakah anda hidup dalam penyesalan?
Apakah dari waktu ke waktu ada kesalahan-kesalahan di masa lalu yang seperti mengejar anda dan mau menghukum anda?
Kalau anda demikian, saya ingin beritahu kepada anda: ada kesembuhan tersedia buat anda.
1. PENGAKUAN: Pengakuan adalah salah satu hal terberat tetapi kalau dijalani, dia membawa kelegaan besar. Alkitab berkata begini: Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh… (Yak 5:16) Pengakuan adalah langkah awal kepada kesembuhan. Tidak gampang mengakui bahwa kita salah. Itu seperti membuka aib. Atau kita mau mengakui, tetapi tidak menemukan orang yang tepat. Mengaku kepada sembarangan juga bisa bermasalah. Orang tersebut bisa saja tidak siap mendengar pengakuan kita, dan malah menyebarkan sesuatu yang bukan untuk konsumsi umum. Carilah seorang yang anda yakin bisa menjadi tempat pengakuan dan mintalah dia mendoakan anda. Dari pengakuan, kita bergerak ke langkah berikut.
2. PENGAMPUNAN: mintalah pengampunan kepada Tuhan. Semua kesalahan dan dosa manusia selalu menyangkut Tuhan sebagai Sang Pencipta. Maka kita perlu minta ampun kepada Dia. Setelah itu, ampunilah orang yang bersalah, terutama diri sendiri. Penyesalan selalu mengarah kepada kesalahan sendiri. Orang yang bersalah bisa dihukum atau diampuni. Selama orang hidup dalam penyesalan, dia sebenarnya sedang menghukum dan menyiksa dirinya sendiri. Dia mengira bahwa dengan cara ini dia sedang menebus kesalahannya. Padahal dengan cara itu dia justru semakin mengingatkan dirinya akan kesalahannya, semakin merasa bersalah, dan tambah menghukum dirinya. Akhirnya ini menjadi seperti lingkaran setan.
Jalan yang terindah dan termanjur adalah pengampunan. Dia membawa kebebasan dan kelegaan yang tak terkatakan. Belajarlah bermurah hati kepada dirimu sendiri. Berikanlah pengampunan. Caranya? Ucapkanlah kata-kata pengampunan kepada dirimu.
3. PEMBELAJARAN: penyesalan adalah guru besar yang mengajarkan kita salah satu pelajaran terbesar dalam hidup ini: JANGAN ULANGI LAGI. Sayangnya banyak orang berjumpa dengan guru besar ini, dan melakukan kesalahan fatal: membawa si guru besar ini kemana-mana seumur hidup. Seharusnya cukuplah kita belajar dari beliau, dan setelah itu, bawa pelajarannya, jangan bawa-bawa gurunya.
Apa pelajaran lain yang anda dapat dari kesalahan-kesalahan dalam hidup anda? Ambillah selembar kertas, dan tuliskanlah semua pelajaran-pelajaran ini. Setelah itu, naikkanlah ucapan syukur kepada Tuhan untuk semua pelajaran ini. Ucapkan selamat tinggal kepada kesalahan dan kepada guru besar bernama Penyesalan. Lalu anda lanjutkan hidup ini sebagai orang yang lebih bijak daripada yang sebelumnya.
Suatu hari nanti, kita semua akan menghadap Pencipta kita, adalah penting kita menghadap Dia tanpa penyesalan dan ketakutan. Bereskanlah semuanya ini hari ini.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT