Image Background
header
Umum O  T  A  K
O T A K
Jawab Yesus: "…Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (Mrk 12:29-30)

Otak orang dewasa hanya berbobot sekitar 1.3 kg, tetapi terdiri dari sekitar 100 milyar sel neuron. Setiap sel ini seperti pohon mini yang bercabang. Cabangnya menyentuh cabang sel neuron lain untuk membentuk suatu koneksi. Hebatnya, setiap sel ini bisa membuat sekitar 5.000 sampai 10.000 koneksi dengan sel-sel neuron lain. Berarti ada lebih dari 500 TRILYUN koneksi yang ada di otak kita! Koneksi-koneksi inilah yang membentuk memori kita.
Henry Markram, ilmuwan dari Israel, mencoba membuat otak manusia dengan memanfaatkan komputer super. Dari awal sekali Markram sudah dikritik oleh sesama ilmuwan. Menurut mereka, Markram sedang mencoba sesuatu yang mustahil. Akhirnya terbukti para kritikus benar. Henry Markram akhirnya menghentikan percobaannya. Dia menyerah. Menurut dia: otak manusia ternyata jutaan kali lebih kuat daripada komputer super yang paling hebat yang ada di dunia saat ini.
Otak manusia juga sangat efisien. Menurut Markram, kalau otak buatan dia itu berhasil dibuat sekalipun, akan dibutuhkan listrik yang sangat besar untuk menjalankan satu otak buatan itu. Listrik yang dibutuhkan itu setara dengan listrik yang dipakai oleh satu kota! Sedangkan otak manusia buatan Tuhan hanya perlu listrik 20 watt alias satu bolam kecil…
Sayangnya…sayangnya…
Pemberian Tuhan yang begitu bagus ini jarang-jarang dipakai, baik dalam hidup sehari-hari maupun dalam kehidupan rohani kita.
Contohnya: satu ibu di Perth jalan-jalan ke Bali 4 hari. Anaknya yang masih umur 2 thn ditinggal sendirian di rumah, tanpa ada orang lain di rumah itu. Otaknya ibu ini tidak dipakai.
Contoh dalam soal rohani: ada satu orang wanita di Florida yang menabrak tembok rumah sendiri karena menyetir sambil menutup mata. Kenapa dia menutup mata? Karena dia sedang berdoa. Jadi, sambil menyetir dia berdoa, sambil berdoa dia menutup mata. Makanya nabrak. Otaknya wanita itu tidak dipakai.
Itu sebabnya kata-kata Yesus yang kita kutip di atas itu penting untuk diperhatikan, terutama pada bagian ini: dengan segenap AKAL BUDIMU. Yesus di sini mengutip perkataan Musa di Ulangan 6:4-5: … Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Musa tidak memakai kata ‘akal budi’. Yesus menambahkan kata ini dalam kutipan-Nya.
Otak alias akal budi harus dipakai ketika kita mengasihi Tuhan. Ada orang-orang yang mengasihi Tuhan hanya dengan hati mereka saja, di mana perasaan menjadi panglima. Apa saja yang terasa di hati, itu yang dijalankan. Apa saja yang terasa di hati, itu dianggap sebagai suara Tuhan. Apakah ini sepenuhnya salah? Tidak juga. Tuhan juga berbicara ke dalam hati kita. Tetapi kalau kita tidak mengikuti nasihat Yesus SEPENUHNYA, kita bisa nyasar.
Kalau kita hanya pakai hati saja, kita jadi orang yang emosional yang tidak seimbang dan tidak dewasa dalam mengikut Tuhan. Kita bahkan bisa membuat Front Pembela Kristen yang kemana-mana menyerang orang yang tidak sepandangan dengan kita. Otaknya tidak dipakai.
Apa yang dimaksud dengan ‘mengasihi Tuhan Allah dengan akal budi’?
Pertama: Bekerja sama dengan Tuhan untuk mengalami pembaharuan akal budi. Rom 12:2: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Hanya dengan pembaharuan pikiran atau akal budi, kita bisa mengetahui kehendak Allah. Pembaharuan akal budi ditandai dengan kita tidak menjadi serupa dengan dunia. Pola pikir kita, nilai hidup kita, selera kita berbeda dengan pola pikir, nilai hidup dan selera dunia. Dulu apa yang disukai dunia juga saya sukai. Sekarang saya berbeda. Contoh: selera humor. Dulu suka humor jorok, sekarang merasa risih sekali mendengar yang demikian.
Perubahan ini terjadi melalui karya Roh Kudus dan Firman Tuhan. Kita perlu mengisi pikiran kita dengan Firman Tuhan. Pembacaan Alkitab, ibadah rutin menjadi sarana Roh Kudus bekerja mengubahkan pola pikir, nilai hidup dan selera kita.
Kedua: kita harus mengarahkan pikiran kita kepada pikiran pikiran yang menyenangkan hati Tuhan. Kata Paulus di Fil 4:8: Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Pikiran harus dikontrol dan diarahkan.
Tentu kita juga jangan terjebak di ekstrim lain, yaitu mengasihi Tuhan Allah hanya dengan pikiran, tanpa hati dan perasaan. Ini juga bisa terjadi di kekristenan. Ibadahnya tanpa sukacita, hanya rangkaian ritual yang tidak menyentuh hati. Rohani seseorang menjadi kering. Kesombongan intelektual muncul.
Mari kita menjadi orang-orang yang seimbang: mengasihi Tuhan, Allah kita, dengan segenap hati kita dan dengan segenap jiwa kita dan dengan segenap akal budi kita dan dengan segenap kekuatan kita.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT