Image Background
header
Umum OBAT STRESS & DEPRESI
OBAT STRESS & DEPRESI
Elia menjadi takut, lalu lari supaya tidak dibunuh. Ia pergi dengan pelayannya ke Bersyeba di Yehuda. Di sana ia meninggalkan pelayannya itu, lalu berlajan kaki ke padang gurun selama sehari dan berhenti di bawah sebuah pohon yang rindang. Di situ ia duduk dan ingin supaya mati saja. “Saya tidak tahan lagi, TUHAN,” katanya kepada TUHAN. “Ambilah nyawa saya. Saya tidak lebih baik dari leluhur saya!”
1 Raj 19:3-5 BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Nabi kok depresi?! Kabur dari pelayanan dan ingin mati saja.
Dalam sejarah nabi-nabi di Perjanjian Lama, nama Elia adalah salah satu nama yang menonjol, terutama dalam hal membawa kebangunan rohani. Sendirian (bersama Tuhan), dia membawa Israel kembali kepada Allah yang sejati. Sendirian (bersama Tuhan), dia mengalahkan 450 nabi palsu di Karmel. Daftar mujijatnya luar biasa: mendoakan api turun dari langit (dan benar api turun), berdoa supaya hujan tidak turun (dan benar hujan tidak turun) selama 3-1/2 tahun, berdoa supaya hujan turun (dan benar hujan turun) setelah masa kekeringan 3-1/2 tahun dll. Pokoknya track record-nya mantap. Elia adalah salah satu tokoh raksasa dalam sejarah rohani Israel.
Lalu raksasa ini mendadak kabur meninggalkan pelayanan. Malah berharap mati saja. Maunya tidur terus nggak bangun-bangun. Ciri-ciri khas orang depresi. Kenapa? Yang jelas di sini ada unsur peperangan rohani melawan kuasa kegelapan. Tapi barangkali dia juga kecapaian. Barangkali dia juga terlalu sibuk pelayanan dan lupa menjaga diri.
Jalan keluar? Kitab 1 Raja-Raja psl 19 memberikan kepada kita gambarannya:
1. Kembali ke gunung Horeb – nama lain Horeb adalah Sinai, tempat 10 perintah Allah diturunkan. Horeb berbicara tentang perjanjian Allah dengan umatnya. Perjalanan Elia ke gunung Horeb berbicara tentang orang yang kembali lagi mengandalkan kuasa dan janji Allah. Jadi obat depresi yang pertama adalah: kembalilah kepada Tuhan, sumber kekuatan dan penghiburan itu. Dari dialah kita mendapatkan pemulihan. Selama perjalanan ke Horeb, Elia diberi makan oleh malaikat, yang membuat dia kuat berjalan berhari-hari di padang gurun.
2. Let go – dengan kembali ke gunung Horeb, Elia meninggalkan keramaian. Dia masuk gurun. Dia melepaskan mimpi-mimpi pelayanan yang selama ini ada di benaknya. Dia sudah sangat terkenal karena peperangan rohani yang dimenangkannya. Popularitas dan pelayanan besar tersedia di depan mata. Dia melepaskan semuanya – let go. Termasuk harapan bahwa Allah akan membela dia dengan jalan, umpama, membikin botak Izebel, musuh utamanya.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT