Image Background
header
Umum P E N G H A R A P A N
P E N G H A R A P A N
Tidak ada obat seperti pengharapan; tidak ada insentif begitu besar; tidak ada perangsang begitu kuat seperti pengharapan akan hari esok yang lebih baik
(Orison Swett Marden)
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
(Yeremia 29:11)

Eugene Lang terlahir di keluarga imigran miskin di New York. Dia bisa sekolah karena mendapat bea siswa. Belakangan Eugene menjadi pengusaha sukses dan kaya raya. Pada th 1981 dia diminta untuk berbicara kepada para lulusan kelas 6 di SD tempat dia dulu pernah bersekolah di daerah Harlem, New York. Dia bermaksud berkata kepada mereka semua: “Bekerja keraslah, maka kamu akan berhasil”. Tetapi sementara menuju ke aula, kepala sekolah itu memberitahu dia bahwa 75% dari lulusan hari itu tidak akan lulus SMP atau SMA. Eugene mengganti tema pidatonya. Dia memberitahu anak-anak itu: “Kalau kalian mau terus bersekolah sampai lulus SMA, saya berjanji akan membiayai uang sekolah kalian sampai lulus SMA.”
Lahirlah pada hari itu yayasan bernama I Have a Dream (Aku Punya Satu Mimpi). Bertahun-tahun kemudian, dari 61 lulusan hari itu, hampir 2/3 di antaranya bisa kuliah. Hampir semuanya memiliki pekerjaan yang baik. Semua ini terjadi karena adanya pengharapan.
Seumpama saudara bisa menjual pengharapan, saudara akan jadi orang kaya raya. Pengharapan adalah barang yang sangat dicari orang, terutama jaman ini.
Karena pengharapanlah, maka ada jutaan pengungsi dari Timur Tengah dan Afrika yang bersedia berjuang menghadapi berbagai bahaya dan kesusahan untuk bisa tinggal di Eropa.
Karena pengharapan akan hidup yang lebih baik, ada ribuan orang yang bekerja keras di siang hari, lalu kuliah di malam hari.
Pengharapan memberikan kekuatan untuk menghadapi situasi kehidupan yang suram, seperti kisah anak-anak SD di Harlem itu. Pengharapan memberikan cahaya di tengah kegelapan. Pengharapan menyatakan hari esok bisa dan akan lebih baik daripada hari ini. Pengharapan menyatakan bahwa masalah akan berlalu, jalan keluar akan terlihat.
Dari manakah kita mendapatkan pengharapan?
Dari manusia? Terkadang bisa, seperti kasus Eugene Lang. Tapi sering kali tidak bisa. Kalau saudara tidak percaya, tanyakan kepada para pemilih capres di pemilu di berbagai negara, baik itu di Indonesia maupun di semua negara di dunia. Tidak sedikit orang-orang yang memilih politisi tertentu yang akhirnya kecewa dengan pilihan mereka. Di awali dengan pengharapan yang begitu besar akan perubahan yang positif, berakhir dengan kekecewaan karena pengharapan itu kandas terhempas di karang kenyataan.
Manusia penuh dengan kekurangan dan kelemahan. Hari ini dia bisa, besok belum tentu. Minggu ini bilang lima, minggu depan tinggal satu.
Kalau begitu, dari manakah kita bisa mendapatkan pengharapan?
Dari Sang Pemilik Alam Semesta, Pencipta segala yang ada, Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Janji-Nya adalah ‘ya’ dan ‘amin’. Dia memiliki kuasa untuk melakukan apapun yang Dia mau. Bagi Dia tidak ada yang mustahil.
Dia sudah menyatakannya dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita Yesus Kristus, supaya barang siapa yang percaya kepada Anak-Nya itu tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup kekal.
Kelahiran, kehidupan, kematian, kebangkitan dan kenaikan Kristus Yesus memberikan kepada kita jaminan akan penyertaan-Nya dalam hidup kita. Tentu tidak ada jaminan bahwa dengan berharap kepada Dia, hidup kita akan bebas dari masalah. Bukan itu yang kita dapat. Yang kita dapat adalah kekuatan untuk mengatasi berbagai masalah kita, karena kita tahu, bahwa di depan sana, hari depan yang penuh pengharapan sudah menantikan saudara dan saya.
Robby Sugara, bintang film terkenal tahun 1980an, menyampaikan kesaksiannya tentang kuasa Allah yang bekerja dalam hidup keluarganya. Pak Robby meninggalkan istri dan 7 orang anaknya demi seorang wanita lain. Selama 14 tahun, istri dan anak-anaknya menantikan dia pulang. Mereka berdoa, tapi lama-lama capai berdoa juga. Tinggal ada anak satu yang terus-menerus berdoa dengan yakin. Akhirnya doanya dijawab. Pak Robby bisa kembali ke keluarganya. Dia dan keluarganya mengalami pemulihan yang tak terpikirkan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Rom 5:5)
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT