Image Background
header
Umum P  E  R  A  N  G (2)
P E R A N G (2)
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, (Ef 6:13-18)

Leroy Eims, marinir Amerika Serikat, menceritakan kisah beliau ketika terlibat dalam Perang Dunia ke 2. Waktu itu Leroy bertugas di wilayah Pasifik Selatan. Inilah catatan beliau:
Begitu kami mendarat di pantai, tank amfibi lapis baja yang kami tumpangi terkena dua tembakan artileri musuh. Kami segera meninggalkan kendaraan dan berlari dari satu lubang ke lubang lain untuk menuju lapangan udara musuh yang menjadi sasaran kami untuk dikuasai.
Komandan mulai memeriksa kami satu persatu untuk memastikan bahwa kami dalam keadaan baik-baik. Dia merangkak ke arah saya dan bertanya, “Eims, kamu OK?”
Saya jawab, “Siap! Saya OK, nDan.“
Dia melihat ke saya, lalu bertanya, “Eims, helm-mu mana?”
Saya pegang kepala saya dan menjawab, “Siap! Pasti ketinggalan di tank, nDan.”
“Mana ikat pinggangmu?” Ikat pinggang kami berisi amunisi untuk senapan, satu tempat air minum dan bayonet.
“Siap! Pasti ketinggalan di tank, nDan.”
“Sekarang jawab: dimana senapan kamu?” Dia melihat ke saya dengan tampang jijik sekaligus kasihan. Karena kami meninggalkan tank amfibi dengan buru-buru, saya pakai baju seperti orang mau pergi main bola volley pantai. Sudah begitu, dengan mantap saya lompat dari satu lubang ke lubang lain, dari satu pohon ke pohon lain!
Apakah ini gambaran orang Kristen? Ada di medan perang tapi tidak siap dengan persenjataan perang.
Senjata kita digambarkan oleh Rasul Paulus ‘seluruh perlengkapan senjata Allah’ (Ef 6:13). Lalu dia membuat perincian:
 Ikat pinggang kebenaran
 Baju zirah keadilan
 Kasut kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera
 Perisai iman
 Ketopong keselamatan
 Pedang Roh (yaitu Firman Allah)
Sebagian senjata ini adalah untuk pertahanan: ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, perisai iman, ketopong keselamatan. Kalau kita hidup dalam kebenaran, sikap kita selalu adil, kalau iman kita terus kita pegang teguh, dan kita terus mengerjakan keselamatan kita dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mampu bertahan dari serangan dan tetap berdiri teguh.
Sebagian lagi adalah untuk penyerangan: kasut kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera dan pedang Roh (Firman Allah). Kalau kita memberitakan Injil dan kita bertekun dalam Firman Allah dan hidup dalam Firman Allah, maka kita sedang melakukan serangan terhadap kuasa kegelapan.
Dengan semua ini, seorang pengikut Kristus siap untuk berperang. Dan, karena musuh kita memerangi kita selama 24 jam sehari, maka mau tidak mau, perlengkapan perang ini harus juga kita pakai 24 jam sehari.
Pernahkah saudara keluar rumah dalam keadaan telanjang? Saya yakin tidak. Bahkan dalam keadaan daruratpun, kita akan berusaha memakai baju dulu. Saya pernah mengalami gempa bumi di suatu hotel di Jakarta. Rekan saya di kamar bahkan menyempatkan diri mengganti celana dulu sebelum kami meninggalkan kamar itu.
Pernahkah saudara keluar rumah dalam keadaan telanjang tanpa mengenakan perlengkapan senjata rohani? Saya tidak tahu jawabannya…
Semua perlengkapan senjata rohani ini ditempatkan dalam konteks doa. Ayat 18 menjelaskan: 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Jadi saudara-saudari sekalian, mari kita jadi orang Kristen yang suka berdoa, rajin berdoa, kuat berdoa, menikmati doa.
Kalau tidak, kita akan diserang dan jatuh dan menjadi suka berdosa, rajin berdosa, kuat berdosa, dan menikmati dosa!
Maka, mari kita berdiri tegap, dan siap sedia dalam peperangan ini! Dan ingat, Panglima kita, Yesus Kristus, sudah menang dan karenanya, kita juga ikut menang! Amin!
Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. (Ef 1:22-23)
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT