Image Background
header
Umum P E R A N G
P E R A N G
Pertempuran-pertempuran dalam hidup kita terjadi setiap hari dalam kesunyian relung jiwa kita – David Mackay

Setiap hari adalah hari peperangan.
Kalau anda tidak memahami realita ini, anda sudah kalah. Sebab kalau anda tidak tahu anda sedang berperang, anda pasti tidak akan siap berperang.
Peperangan yang saya maksud bukanlah peperangan dari segi fisik, tetapi dari segi jiwa dan roh. Seorang pengikut Kristus memasuki peperangan pada saat dia membuka matanya setiap pagi. Berbagai kekuatan langsung bekerja untuk mempengaruhi pikiran, perasaan dan kehendak kita. Sebab dengan menguasai semuanya ini, kekuatan tersebut akan menguasai tingkah laku kita, dan otomatis, hidup kita juga.
Kekuatan pertama adalah kuasa kegelapan. Ini musuh kita. Musuh ini musuh yang kejam. Dia tidak hanya mengganggu, tetapi mematikan dan membunuh. Dia tidak hanya membunuh, tetapi membunuh dengan kejam. Semua orang dekat kita akan dia bunuh, kalau dia bisa. Dia akan menghancurkan masa depan kita, keluarga kita, keuangan kita, kesehatan kita, hubungan kita. Dia mencoba dengan cara halus maupun kasar untuk menjatuhkan kita. Dia membawa hidup kita ke titik paling rendah. Kekuatan ini dulunya adalah teman kita. Begitu kita beralih kepada Kristus, teman ini sekarang menjadi musuh utama kita.
Kekuatan kedua adalah kuasa terang. Pengikut Kristus ada di pihak terang. Inilah andalan kita dalam menghadapi musuh kita. Dia membawa kehidupan dan pemulihan. Dia memunculkan damai sejahtera, kasih, sukacita, kesabaran, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri.
Peperangan kita bukanlah peperangan yang enteng, karena kuasa gelap memiliki kegigihan. Dia pantang menyerah. Satu kali gagal, dia akan coba lagi. Lagi pula dia memiliki sekutu, yaitu keinginan daging kita. Yakobus 1:14-15:
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Kerja sama antara dorongan dari dalam dan tarikan dari luar ini yang harus diwaspadai setiap orang percaya. Ketika kita percaya kepada Yesus, kita mengalami transformasi. Kita menjadi ciptaan yang baru (2 Kor 5:17). Tetapi masih ada sisa-sisa manusia lama yang masih bercokol di dalam pikiran kita dan dalam kedagingan kita. Disinilah keinginan itu masih bertahan.
Bagaimanakah supaya kita bisa menang dalam peperangan ini?
Kuncinya adalah: andalkanlah kekuatan Tuhan. Kalau kita mengandalkan kekuatan kita sendiri, kita pasti akan kalah.
Apa yang dimaksud dengan mengandalkan kekuatan Tuhan dalam hal ini? Ini berbicara tentang waktu kita bersama Tuhan. Semakin kita memberikan waktu bersama Tuhan, semakin kita dikuatkan. Semakin kita jauh dari Dia, semakin kita melemah. Ini seperti kita menghadapi ‘musuh’ kita sewaktu kita sekolah dulu. Ada teman kita yang suka ‘bully’ anak-anak lain. Tapi kalau kita sering bersama guru atau kepala sekolah, sering tampil bersama mereka, atau terlihat di kantor kepsek ngobrol dengan kepsek, si tukang bully itu akan mencari korban lain.
Dari hubungan yang dekat dengan Tuhan itu, kuasa Roh akan menyertai kita. Firman-Nya akan bekerja dalam diri kita. Kita menjadi kuat dan sanggup berperang mengalahkan musuh kita itu.
Kenapa bukan Tuhan saja yang langsung turun tangan membereskan musuh itu? Jadi kita juga tidak usah pusing-pusing lagi menghadapi dia.
Jawabannya adalah: suatu hari nanti Tuhan akan datang dan memusnahkan si iblis. Sementara menantikan waktu itu, Tuhan mau kita berperang. Perang bukan melawan manusia, tetapi melawan kuasa kegelapan. Musuh kita bukan tetangga kita yang suka melecehkan kita, tetapi kuasa gelap yang memakai dia. Musuh kita bukan istri/suami/mertua yang suka menyakiti kita, tetapi kuasa gelap yang bekerja di belakang, mempengaruhi mereka. Jangan memerangi musuh yang salah.
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. – Ef 6:12
Berperang membuat kita tidak menjadi lembek dan lemah. Berperang membuat kita menjadi menyadari kelemahan kita dan kekuatan Allah. Berperang membuat kita bergantung dan mendekat kepada Dia. Berperang membuat kita berjaga-jaga.
Mari masuk dalam peperangan ini. Ingat, kita berperang dalam posisi menang, karena apa yang Tuhan Yesus sudah lakukan di kayu salib.
Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (1 Kor 15:57)
Setiap pagi bangun, pikirkan hal-hal yang suci, mulia, indah, layak dipuji. Setiap pagi, dekatkan diri dengan Bapa kita yang di surga. Setiap hari, pegang firman-Nya dalam hidup kita. Kemenangan sudah di tangan kita!
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT