Image Background
header
Umum P E R G U M U L A N
P E R G U M U L A N
Masa hidup kami hanya tujuh puluh tahun, kalau kami kuat, delapan puluh tahun. Tetapi hanya kesukaran dan penderitaan yang kami dapat; sesudah hidup yang singkat, kami pun lenyap.
(Maz 90:10 versi Bahasa Indonesia Sehari-hari)
Sejak Adam jatuh dalam dosa, semua manusia bergumul dengan masalah dalam hidup ini. Hanya bentuknya berbeda-beda saja. Yang satu bergumul dengan masalah keuangan, yang satu lagi masalah kesehatan, yang lagi masalah keluarga. Yang satu masalahnya kelihatan sekali, yang satu lagi bergumul sama beratnya tetapi tidak kelihatan bergumul. Yang satu bisa menghadapi masalahnya dengan baik, yang satu lagi jatuh bangun. Yang pasti, semua orang bergumul; orang jahat dan orang baik, orang tua dan orang muda, orang cantik dan orang jelek, kulit terang dan kulit gelap, polisi dan penjahat, boss dan karyawan, pendeta dan jemaat…
Pergumulan pendeta menjadi lebih berat karena beberapa hal:
1. Dia dianggap orang ‘rohani/dekat dengan Tuhan’, karena itu dia seharusnya tidak punya banyak masalah. Kalau dia bermasalah, kemungkinan besar dia sedang jauh dari Tuhan. Padahal itu belum tentu. Dekat dengan Tuhan bukan jaminan bahwa hidup kita akan bebas dari masalah.
2. Dia dianggap ‘orang kuat’, paling banyak tahu Firman Tuhan, yah…paling tidak dibandingkan dengan jemaat. Karena itu, kalau menghadapi masalah, harusnya dia paling jago. Ini belum tentu benar. Tiap orang memiliki kelemahan dan pergumulan masing-masing.
3. Dia dianggap ‘paling tahu’. Sudah banyak pengalaman, paling tidak, dalam mengkonseling jemaat yang bermasalah. Sehingga harusnya dia lebih siap menghadapi masalah. Ini ada benarnya juga. Tetapi karena pendeta juga manusia, dia tidak selalu siap setiap saat.
4. Dia tidak boleh menceritakan masalah dia kepada sembarang orang, apa lagi ke jemaatnya.
Demikianlah seorang hamba Tuhan menanggung masalah, hancur-hancuran, tapi sering kali tidak ada yang tahu atau mau tahu, dan dia tidak bisa berbagi bebannya…
Bukankah dia punya Tuhan tempat dia bisa mengadu dan mencari jalan keluar? Ya, memang benar. Tetapi bukanlah tanpa alasan Alkitab meminta kita manusia mengaku dosa kepada manusia (Yak 5:16): Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh…
Ada hal tertentu yang dikerjakan oleh Allah melalui manusia. Itu bukan karena Dia tidak sanggup, tetapi Dia memiliki alasan-alasan tertentu yang hanya diketahui oleh Dia saja.
Saya bukan mau menganggap rendah masalah orang, tapi saran saya kepada orang-orang yang sedang bergumul (setelah mendengar keluh kesah beratus-ratus orang):
 Jangan menganggap anda satu-satunya orang susah di dunia ini. Kalau anda membaca ini, ketahuilah bahwa anda tidak sendirian: …sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. (1 Pet 5:9) Banyak orang susah di dunia ini.
 Jangan menganggap masalah atau kesusahan kita adalah yang paling berat dan tidak ada duanya di dunia. Memang pergumulanmu berat, tetapi bukan yang paling berat di dunia: Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu… (1 Kor 10:13). Masih banyak orang lain di dunia yang menghadapi masalah lebih berat daripada kita.
 Jangan menganggap bahwa masalahmu akan terus ada alias tidak selesai. Setiap masalah punya umur; ada yang satu jam, ada yang satu hari, ada yang 1 tahun, ada yang 12 tahun dll…
 Jangan menganggap bahwa pergumulan saudara saat ini adalah akhir segala-galanya. Kehidupan tidak sesempit itu.
 Jangan menganggap bahwa Tuhan tidak mau atau tidak bisa menolong keadaanmu. Tuhan tidaklah sekerdil atau selemah itu. Kalau Dia belum menolong kita, pasti itu karena Dia punya rencana yang lain dalam pergumulan kita ini.
Sebaliknya, lakukanlah hal ini:
1. Berdoa. Ketika Tuhan Yesus sendiri sedang dalam pergumulan berat di taman Getsemani, apa yang Dia perbuat? Dia berdoa dan mengajak murid-murid-Nya berdoa. Ketika Dia berdoa, malaikat diutus untuk menguatkan Dia. Anda ingin dikuatkan? Berdoalah.
2. Beriman. Ada orang berdoa tanpa iman. Dalam doanya, dia menceritakan masalahnya sedemikian rupa sehingga masalahnya menjadi luar biasa besar. Doa kita haruslah doa orang beriman, yaitu (setelah menceritakan masalah kita) kita menyatakan keyakinan kita akan kebesaran dan kemaha-kuasaan Tuhan untuk menolong.
3. Berupaya. Ada kalanya setelah setelah doa, kita disuruh diam. Tetapi dalam kasus-kasus tertentu, kita juga harus melakukan sesuatu sebagai tindakan iman kita. Seperti orang yang sakit lumpuh 38 tahun lamanya di pinggir kolam Betesda (Yoh pasal 5), dia harus mengangkat tilamnya dan berjalan. Dalam doa, kita meminta petunjuk Tuhan apa yang harus kita lakukan.
4. Berserah. Setelah berdoa dan melakukan apa yang harus kita lakukan, dengan tenang kita menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. Kehendak-Nya yang jadi.
5. Bersyukur. Pandanglah apa yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kita dan bersyukurlah. Maka dari situ kita akan melihat pertolongan Tuhan selama ini, dan kita akan dikuatkan.
6. Berbagi. Semua pengalaman hidup kita, terutama ketika dalam pergumulan dan ditolong Tuhan, bisa menguatkan banyak orang. Bagikan kisah kita, kuatkan orang lain.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT