Image Background
header
Umum P I L A T U S
P I L A T U S
“Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi. Dan kepada Yesus Kristus AnakNYA Yang Tunggal, Tuhan Kita. Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. Yang menderita dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,…”
Dalam pengakuan iman rasuli yang dikutip sebagian di atas, hanya ada 2 nama manusia yang muncul selain nama Yesus. Pertama adalah nama wanita yang membawa Yesus datang ke dunia: Maria. Kedua adalah nama pria yang membuat Yesus meninggalkan dunia: Pontius Pilatus. Pilatus pasti tidak akan pernah mengira bahwa dia akan seterkenal itu! Namanya disebut-sebut terus setiap minggu selama ribuan tahun oleh ribuan orang di ribuan gereja.
Pilatus adalah tokoh yang menarik. Selama ratusan tahun, sekelompok orang meyakini bahwa Om Ponti ini sebenarnya tidak ada. Itu cuma khayalan penulis Injil. Alasan mereka: tidak ada penemuan arkeologi tentang Pilatus. Padahal, beberapa tulisan dari jaman itu mencatat nama si Om. Kelompok ini tidak berkutik lagi sejak tahun 1961. Pada tahun itu, arkeolog Italia, Antonio Frova, sedang menggali bangunan kuno di daerah Kaisaria Maritim di Israel. Dia menemukan potongan batu yang dipakai sebagai tangga dan di batu itu ada tulisan tentang Pontius Pilatus sebagai gubernur Propinsi Yudea yang ke lima. Itulah bukti terkuat bahwa tokoh ini memang ada, bukan hasil khayalan.
Pilatus sangat tidak disukai di Israel (propinsi Yudea). Kedatangan dan kepergiannya dari wilayah ini disertai dengan kerusuhan. Ketika dia baru datang sebagai gubernur, dia menaruh patung dirinya di Bait Suci di Yerusalem. Terjadi keributan besar yang dipadamkan dengan kekerasan. Ratusan orang Israel dibunuh tentara Romawi. Pilatus dipecat sebagai gubernur karena membunuh ratusan orang dalam kerusuhan di Samaria. Setelah itu dia dan istrinya tinggal dalam kesepian sampai meninggal.
Di dalam ke empat Injil, Pilatus muncul dan memainkan peranan penting dalam sejarah penyelamatan umat manusia. Dialah yang mengadili Yesus. Dia jugalah yang menyerahkan Yesus untuk disalibkan.
Pilatus percaya bahwa Yesus tidak bersalah; dan di awal, dia membela Yesus. Ke empat penulis Injil mencatat ini.
Matius: Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!"
Markus: Maka mereka berteriak lagi, katanya: "Salibkanlah Dia!" Lalu Pilatus berkata kepada mereka: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?"
Lukas: Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini."
Yohanes: Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia,…."
Bahkan istrinyapun memberi dia peringatan ini: Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam." (Mat 27:19)
Tetapi dia tidak berkutik ketika melihat ancaman kerusuhan. Dia menyerah terhadap tekanan massa dan menyerahkan Orang Benar untuk dibunuh.
Inilah contoh orang yang tahu kebenaran tetapi tidak berani menghadapi konsekuensi dari keyakinannya. Pilatus bisa keras, tetapi justru lembek pada saat yang menentukan.
Dari waktu ke waktu, kita berada pada posisi Pilatus. Kita tahu kebenaran. Tetapi kalau kita melakukan kebenaran itu, akan terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan, bahkan mungkin terjadi kerugian besar. Apa yang akan kita perbuat dalam keadaan demikian?
Jalan gampang: korbankan kebenaran, supaya semua orang senang.
Jalan sulit: pegang kebenaran, supaya Tuhan senang, sekalipun ada orang yang tidak suka.
Mana yang harus kita pilih?
Inilah perintah dari Tuhan kita:
“Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya” (Matius 7:13, 14).
Pilihlah jalan yang tidak hanya sempit, tetapi juga sepi. Tidak banyak orang mau ke sana. Jalan yang tidak populer. Jalan yang akan membawa protes dan kritik. Jalan salib…
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT