Image Background
header
Umum P I L I H A N
P I L I H A N
…Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. – Fil 1:22

Bapak: “Cung, ke warung beliin babe indomie ya!”
Anak: “Warung nyang mane, be?”
Bapak: Warung si Ani lah, langganan kite.”
Anak: “Indomie rasa apa, be?”
Bapak: “Soto!”
Anak: “Soto betawi apa soto bandung?”
Bapak: “Emang ada macem-macem? Betawi dong!”
Anak: “Yang satuan apa yang lima bungkus diikat karet satu, be?”
Bapak: “Satu!” (mulai kesal…)
Anak: “Indomie apa Supermie, be?”
Bapak: “Indomie! Emang kuping lu dimane barusan?” (naik darah…)
Anak: “Yang biasa apa yang jumbo, be?”
Bapak: “Biasaaa…!” (muka mulai merah)
Anak: “Sekarang apa besok, be?” (ambil ancang-ancang lari…)
Bapak: “Gue timpuk lu!” (mengambil bakiak)
Hidup harus memilih…dari perkara jenis indomie sampai masalah jodoh.
Dimulai dari saat kita bangun pagi, sampai kita tutup mata tidur, kita harus membuat pilihan-pilihan dalam hidup ini.
Beberapa pilihan kita tidaklah berpengaruh apa-apa terhadap kita. Mau minum apa? Aqua atau Vit? Teh hijau atau teh hitam?
Tetapi beberapa pilihan akan sangat berpengaruh terhadap hidup kita dan membawa konsekuensi tertentu.
Dalam keadaan tertentu, kita bisa berkata seperti Paulus, ‘jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.’
Sekalipun demikian, pilihan tetap harus diambil. Apa pedoman kita?
1. Pilih menjadi berkat bagi orang lain daripada menyenangkan diri sendiri. Ini yang dilakukap Rasul Paulus: “Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; 24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. 25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,”. Tentu ada yang protes: kapan ‘me time’? Seseorang bukanlah tidak boleh memikirkan diri sendiri, tetapi ketika dia terus-menerus mendahulukan diri sendiri, lama-lama dia menjadi seseorang yang egois, hanya memikirkan diri sendiri.
2. Selalu pilih yang enak di belakang, sekalipun susah di depan, daripada yang enak di depan tapi susah di belakang. Prinsip ini dijelaskan di Ibrani: Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. – Ibr 12:11. Ada hal-hal tertentu yang sekarang dirasakan tidak menyenangkan, bahkan menyedihkan, tapi nanti akan memunculkan berkat. Dan kita bisa tahu itu dari pengalaman orang lain ataupun pengalaman diri kita sendiri.
3. Selalu pilih yang kekal daripada yang sementara. 2 Kor 4:18: Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. Apa saja yang tidak kelihatan tapi kekal? Keselamatan adalah salah satunya. Apa saja yang kelihatan tapi sementara? Uang, harta, popularitas dll.
Jadi jelaslah, bahwa sering kali kita harus mengambil pilihan-pilihan yang tidak menyenangkan kedagingan kita, tetapi itu berguna untuk hidup kita nantinya, baik di kemudian hari dalam hidup di dunia ini maupun di hidup yang akan datang.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT