Image Background
header
Umum P K  (2)
P K (2)

Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." – Luk 19:9-10

Lanjutan cerita tentang film India: PK.
PK, makhluk luar angkasa, terdampar di bumi dan kehilangan alat komunikasinya. Dalam pencariannya akan alat itu, dia diberitahu bahwa hanya Tuhan yang sanggup menolong dia. Untuk menemukan alat komunikasinya itu, PK harus menemukan Tuhan dulu. Dia ke berbagai tempat ibadah. Dia coba berbagai agama. Satu kali dia membeli patung dewa ukuran kecil. Ternyata dewa itu tidak bisa menolong. Jadi PK kembali ke toko dan minta patung ukuran besar yang, menurut dia, pasti lebih sakti karena baterainya lebih tahan lama…
PK menjalankan semua ritual yang perlu dijalankan, yang diperintahkan oleh para ‘manager’ Tuhan yang dia cari. Dari mandi di sungai tertentu, sampai guling-guling di jalan. Semua itu dia lakukan untuk menyenangkan hati Tuhan sehingga Tuhan mau menolong dia. Menurut, PK semua itu mengecewakan.
PK adalah gambaran manusia, gambaran kita semua…
1. Sebagian besar kita datang ke Tuhan karena kita berharap Tuhan melakukan sesuatu buat kita, termasuk membantu kita menemukan sesuatu yang hilang. Apa yang hilang? Bagi si A, kesehatan yang hilang. Bagi si B, uang yang hilang. Bagi si C, pasangan… si D, masa depan… macam-macam hal yang hilang. Kita datang kepada Tuhan karena ada keperluan. Bagaimana kalau lagi tidak ada keperluan? Akankah kita datang?
Sebenarnya tidaklah salah kalau orang di awal datang ke Tuhan karena ada keperluan. Saya mendapatkan kenyataan bahwa Tuhan sering kali memakai masalah dalam hidup seseorang untuk mengingatkan orang tersebut untuk mencari Tuhan. Yang bahaya adalah kalau seseorang kemudian hanya datang kalau lagi ada masalah. Tuhan akhirnya menjadi pembantu dia saja. Ada apa-apa, cepat panggil Tuhan! Masalah selesai? Ya sudah, Tuhan sementara boleh ke pojok dulu.
Alkitab menekankan bahwa Tuhan harus menjadi pusat kehidupan kita:
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! – Rom 11:36
Kepada Dialah semua mata harus tertuju. Dia menjadi fokus kita. Dia adalah Majikan Agung kita, bukan pembantu kita.
Jadi, kalau di awal kita datang kepada Tuhan karena kita memiliki masalah, maka sekarang, tidak ada masalahpun, kita tetap mencari Dia. Bahkan ketika masalah kita belum terselesaikanpun, kita harusnya tetap menyembah Dia.
2. Semua kita merasa bahwa Tuhan perlu dikasih sesuatu dulu baru Dia mau bertindak. Kita berpikir bahwa Tuhan itu pasif dan menunggu. Akibatnya kita jadi menganggap Tuhan perlu ‘disogok’ dulu. Lalu kita menganggap bahwa perbuatan ‘baik’ kita adalah penting dalam hubungan kita dengan Tuhan.
Bukan demikian gambaran Injil. Ketika Tuhan Yesus mendatangi rumah Zakheus, adakah Zakheus memberikan sesuatu dulu kepada Yesus? Sama sekali tidak! Apakah Tuhan itu pasif menunggu? Sama sekali tidak! Zakheus tidak mengundang Tuhan untuk datang ke rumahnya. Yesus mengundang diri-Nya sendiri ke rumah Zakheus.
Memang ada satu kali di mana Yesus meminta sesuatu dari seseorang. Ada orang kaya yang datang minta petunjuk tentang hidup kekal. Lalu Yesus meminta orang itu untuk menjual semua hartanya, membagikannya ke orang miskin, barulah dia datang ikut Yesus. Perhatikan: Yesus tidak meminta sesuatu untuk diri-Nya sendiri. Dia meminta orang tersebut membagikan hartanya ke orang miskin. Harta menjadi penghalang orang tersebut mendapatkan hidup kekal.
Di tempat Zakheus, Yesus membuat pernyataan yang luar biasa ini: Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Jadi Tuhan kita adalah Tuhan yang mengambil inisiatif. Dia aktif mencari. Dia tidak duduk menunggu kita menemukan Dia. Dia tidak menunggu ‘sogokan’ berupa apapun juga. Dia mengambil tindakan supaya semua kita bisa menemukan jalan untuk kembali kepada Dia. Sebab dari Dia kita berasal, dan kepada Dia kita kembali. Segala kemuliaan hanya bagi Dia!
Di akhir film, PK duduk di depan kamera TV dan berbicara tentang Tuhan. Ada dua ‘Tuhan’, kata PK. Satu Tuhan yang menciptakan alam semesta, satu lagi ‘tuhan’ yang kita ciptakan. Saya bisa tambahkan: ‘Tuhan’ yang kita ciptakan ini kita ciptakan menurut gambar dan rupa kita. Jangan sampai kita salah menyembah…
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT