Image Background
header
Umum P K
P K
13 … mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. 14 Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. 15 Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. 16 Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka. – Ibr 12:13-16

Saya pergi menonton film India, judulnya PK.
PK bukan singkatan Pulang Kampung, atau Presiden Keblinger. PK adalah singkatan dari pee-kay yang artinya agak mabok. Ini nama tokoh utama film ini.
Dari satu sisi, PK adalah seperti film India kebanyakan (ini menurut apa kata orang tentang film India). Ada nona cantiknya; ada cinta yang terputus dan sambung lagi. Lalu ada adegan khas film India: lagi jalan-jalan, mendadak nyanyi…lagi ngobrol, mendadak joget. Nyanyi dan joget rupanya tidak perlu ada alasan.
Tapi dari sisi lain, PK tidaklah seperti film India kebanyakan. Dia membuat penonton berpikir, bertanya, dan bisa jadi, terbawa dengan pemikiran/ide-ide dalam film ini.
PK adalah makhluk luar angkasa alias alien yang mendatangi bumi. Alat komunikasinya dicuri oleh seseorang sehingga dia tidak bisa pulang ke planetnya. Film ini berbicara tentang upaya PK mencari alat komunikasi ini supaya dia bisa pulang. Pencarian itu membawa dia sampai ke kota New Delhi. Di situ dia diberitahu bahwa hanya Tuhan saja yang bisa menolong dia menemukan alat itu. Jadilah PK keliling mesjid, gereja, kuil untuk mencari Tuhan. Dia mencoba mengikuti semua ritual yang ada, dari yang normal sampai yang setengah normal. Tapi semua upayanya sia-sia. Dia tidak berjumpa dengan Tuhan. Film ini dibuat dengan nada humor tapi juga nyelekit, sindir sana sini, senggol kiri kanan. Semua agama disentil…
Ada satu adegan di film ini yang menyentuh, yaitu ketika si PK, dalam keadaan putus asa, mampir ke sebuah toko yang menjual patung sembahan. Sebagian patung masih setengah jadi, sebagian sudah jadi. Macam-macam dewa ada di situ. PK melihat dengan mata nanar dan akhirnya sujud dengan berlinang airmata, memohon kepada patung yang ada untuk menolong dia supaya bisa pulang.
Dari satu sisi, semua kita seperti PK… kita adalah alien di muka bumi ini (ayat 13 yang kita kutip di atas): orang asing dan pendatang di bumi ini.
Menurut penulis kitab Ibrani, semua kita punya keinginan untuk pulang, tapi bukan pulang ke tanah asal kita (ayat 15), tetapi pulang ke tanah air yang lebih baik, yaitu tanah air sorgawi, ke sebuah kota yang sudah dipersiapkan bagi kita semua (ayat 16).
Pertanyaan pentingnya adalah: bagaimana kita bisa pulang? Kereta atau pesawat mana yang harus kita tumpangi?
Seperti yang dialami PK, banyak orang bingung dengan berbagai tawaran yang ada. Dan ketika kita mencoba-coba, kita sering kali kecewa dengan pilihan kita. Problem kita dan problem PK adalah: kita mencari Tuhan melalui para manager Tuhan, yang sering kali membuat kita tidak pernah sampai ke Dia. Ibarat menelpon, kita sering kali memencet nomor yang salah. Kalau begitu, adakah nomor yang benar? Ada!
Kata Yesus Kristus, Sang Juru Selamat dunia: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Sewaktu Yesus sedang tergantung di kayu salib, maling yang juga tergantung di sebelahnya meminta Yesus untuk ingat akan dia kalau nanti Yesus kembali lagi sebagai raja. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Di ujung kehidupannya, maling ini tidak hanya menemukan jalan untuk pulang. Dia juga mendapatkan jaminan bahwa dia akan diterima sewaktu dia pulang.
Selain itu, Yesus ini mati di kayu salib, tetapi Dia bangkit lagi, kembali ke surga, dan sekarang bertahta di surga. Karena Dia hidup, maka Dia tidak memerlukan para manager yang mewakili Dia. Saudara bisa berbicara langsung kepada Dia, dan Dia berjanji akan mendengarkan.
Dalam Yesus, ada jaminan keselamatan dan surga bagi kita yang percaya. Amin.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT