Image Background
header
Umum P  R  I  N  S  I  P
P R I N S I P
Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "… Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (Dan 3:16-18)
Jack Phillips, pemilik toko roti di Colorado, Amerika Serikat, bisa bernafas lega sekarang. Sejak 2012, dia harus menghadapi persidangan dan pengadilan atas tuduhan diskriminasi terhadap pasangan gay. Pasangan ini datang dan memesan kue pernikahan khusus untuk mereka berdua. Jack menolak membuatkan kue tersebut, dan menganjurkan mereka membeli kue yang sudah ada saja. Ketika ditanya kenapa, Jack mengatakan bahwa itu karena iman kristennya yang tidak setuju dengan perkawinan sesama jenis. Jack dilaporkan ke Komisi HAM dengan tuduhan diskriminasi. Dimulailah pertarungan di pengadilan yang berlangsung sampai 5 tahun lebih. Pada akhirnya, Juni 2018, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Jack berhak menolak permintaan yang bertentangan dengan imannya.
Jack adalah contoh orang yang punya prinsip dan memegang prinsip.
Prinsip adalah pedoman kehidupan yang mendasar yang dipegang teguh. Prinsip menentukan tingkah laku seseorang, terutama ketika orang tersebut dalam tekanan besar dan harus mengambil keputusan. Adanya prinsip akan sangat menolong seseorang dalam mengambil sikap.
Prinsip tidak bisa ditawar. Kalau bisa ditawar, itu bukan lagi prinsip. Prinsip tidak perduli apa kata manusia. Dia tidak perlu popularitas. Orang yang berprinsip bersedia rugi dan menderita karena prinsip hidupnya.
Di bagian atas artikel ini, kita kutip jawaban tiga anak muda bernama Sadrakh, Mesakh dan Abednego terhadap Raja Nebukadnesar. Mereka adalah contoh luar biasa tentang orang-orang yang memiliki prinsip, memegang prinsip, dan bersedia menderita, bahkan mati, demi prinsip. Mereka tidak mau menyembah patung yang dibuat oleh raja. Dan mereka siap menderita.
Para Rasul kita juga demikian. Ketika dilarang memberitakan Nama Yesus oleh para pemuka agama Yahudi, Petrus dan Yohanes tegas mengatakan: Kami pilih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Untuk itu, mereka siap dipenjara.
Dalam hal prinsip, kita bisa melihat 3 kelompok manusia.
Pertama: manusia tanpa prinsip.
Kedua: manusia berprinsip.
Ketiga: manusia terlalu berprinsip, yang segala sesuatu dijadikan prinsip.
Jenis pertama harus dijauhi. Jangan mau berteman dengan manusia tanpa prinsip. Jangan mau berdagang, atau menjadi partner dengan orang tanpa prinsip. Seseorang yang tidak punya prinsip tidak bisa diandalkan. Hari ini dia bertindak A, besok belum tentu dia akan A. Dia akan ikut kemana angin bertiup. Hari ini mayoritas bergerak ke kanan, dia akan ke kanan. Besok mayoritas bergerak ke kiri, dia akan ikut ke kiri.
Jenis ketiga juga harus dijauhi. Orang demikian adalah orang yang super kaku, dan cenderung konfrontasional, suka ribut karena hal yang sepele. Dalam segala hal, orang ini tidak mau kalah dan tidak mau mengalah.
Jenis kedua ada di tengah-tengah. Mereka memiliki prinsip tetapi dalam hal-hal yang dianggap penting. Dalam hal-hal lain, mereka bersedia mengalah. Contoh: makanan. Contoh demikian diberikan oleh Rasul Paulus di 1 Korintus 8:8: Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan. Jadi soal makan minum tidak usah dijadikan prinsip.
Setiap prinsip harus didasarkan pada sesuatu yang teguh tak tergoyahkan. Hal ini penting karena setiap prinsip akan menghadapi ujian. Kalau dasarnya tidak kuat, maka prinsip tersebut akan runtuh, dan dia bukan lagi prinsip.
Apa dasar yang paling kuat? Kitab Suci.
Prinsip harus berdasarkan kebenaran. Karena kalau prinsip sudah salah, semua tindakan akan jadi salah.
Dimana kita menemukan kebenaran? Kitab Suci.
Maka kita harus bertekun dalam pembacaan Kitab Suci. Di situ kita akan menemukan prinsip-prinsip kehidupan yang benar dan kuat untuk menjadi pegangan hidup kita
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT