Image Background
header
Lessons of Life P R O S E S
P R O S E S
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. – Rom 8:29
Pernah perhatikan ujung pensil? Pernah tanya apa yang ada di ujung pensil, yang warna abu-abu tua itu? Itu namanya grafit, sejenis batu alam. Grafit terbuat dari unsur kimia karbon. Harganya murah, makanya pensil juga jadi ikut murah.
Pernah perhatikan berlian? Atau, paling tidak, foto berlian? Berlian menghiasi mahkota raja-raja dan ratu-ratu. Dia berkilau di cincin para milyuner dan trilyuner. Kata orang, sebagian besar wanita (yang tidak membaca artikel ini), akan langsung lemes kalau disodori hadiah cincin berlian (yang ngasih juga lemes karena puasa 1 tahun demi membeli cincin itu).
Tahukah saudara berlian terbuat dari apa? Karbon.
Ya, karbon yang tadi, grafit murah itu. Persis sama. Yang berbeda hanya letak atau struktur atom karbonnya. Kalau susunannya model X, maka jadilah dia grafit, salah satu batuan lembek. Kalau susunannya model Y, maka jadilah dia berlian, bahan alamiah terkeras di dunia.
Apa yang membuat susunan atom karbon bisa jadi X atau Y, sehingga mempengaruhi harga jualnya sedemikian rupa?
Jawabannya cuma satu kata: PROSES.
Proses adalah rangkaian langkah atau peristiwa yang harus terjadi untuk mengubahkan atau menciptakan sesuatu.
Karbon menjadi berlian ketika si karbon itu terkena panas sampai 1500o Celcius, di bawah tekanan super tinggi di kedalaman 200 kilometer di bawah permukaan bumi. Di kedalaman 100 km berlian tidak akan terbentuk. Kalau panas hanya 500 derajat, berlian tidak akan jadi. Dan proses ini harus terjadi beribu-ribu tahun. Setelah itu, berlian ini di bawa ke permukaan bumi melalui ledakan gunung berapi yang dalam. Berlian menjadi berlian karena hasil dari suatu proses yang lama dan berat.
Semua orang yang datang kepada Tuhan harus mengalami proses. Hal ini terjadi karena Tuhan memiliki rencana untuk kita semua: menjadi serupa dengan Yesus. Semua kita pada saat datang kepada Tuhan adalah barang rongsokan. Tuhan menerima kita sekalipun kita barang rongsokan. Kita berharga di matanya. Tetapi karena Dia mengasihi kita, maka Dia tidak mau kita tetap barang rongsokan. Dia mau mengubahkan kita. Makanya kita diproses.
Proses selalu tidak enak buat kenyamanan dan keinginan daging kita tetapi perlu terjadi. Proses adalah penyingkiran sifat-sifat jelek dalam diri kita. Sifat-sifat jelek ini biasanya sudah ada lama dalam hidup kita, karena itu sering kali susah dilepaskan. Untuk itu, Tuhan sering memakai proses yang berat supaya semua itu bisa disingkirkan dari diri kita. Seperti apa prosesnya?
Keris dibuat dengan memakai besi yang dibakar di api super panas, dipukul berkali-kali, lalu dilipat dan dipukul lagi di atas api berulang-ulang. Berapa kali proses ini diulang? Menurut harian Kompas, keris jaman Majapahit dilipat dan ditempa sebanyak 2.048 kali, bahkan ada yang 4.096 kali. Percikan api yang muncul ketika bahan keris itu dipukul sesungguhnya adalah kotoran-kotoran di besi yang tersingkir. Besi itu diproses sampai semua kotoran hilang. Begitu juga dengan kita. Proses berulang-ulang akan terjadi sampai kita benar-benar bersih.
Semua proses dalam perjalanan kita sebagai orang Kristen adalah hal yang tidak enak tapi perlu. Tuhan memakai orang-orang tertentu untuk membentuk kita. Mungkin itu suami yang menjengkelkan; mungkin itu istri yang keras kepala; mungkin itu anak yang memberontak; atau ipar dan mertua/menantu, bahkan tetangga dan rekan kerja yang ingin kita jauhi. Kesabaran dan penguasaan diri mulai terlihat. Egoisme kita terkikis. Kasih dan kelembutan mulai berkembang.
Tuhan memakai masalah tertentu untuk membentuk kita. Ada masalah yang terjadi karena Iblis atau kesalahan kita, tapi Tuhan bisa memakai situasi itu untuk memproses kita. Karena berbagai hal yang terjadi, kesombongan hilang dari hidup kita. Kesabaran dan kerendahan hati muncul.
Begitu kita sadar akan hal ini, pandangan kita berubah. Orang-orang yang menjengkelkan akan kita lihat sebagai alat Tuhan. Masalah yang muncul akan kita lihat sebagai tantangan untuk berubah. Memang proses adalah berat, tapi paling tidak kita menyadari manfaatnya. Dengan demikian kita akan cepat ‘lulus’ dan masalah kita tidak berkepanjangan.
Yang penting di sini adalah kemauan untuk berubah. Tuhan pasti akan menguatkan dan meneguhkan kita, sehingga kita akan ‘jadi’. Amin!
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT