Image Background
header
Umum PAHIT ITU BAGUS
PAHIT ITU BAGUS
Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.
1 Kor 10:11

Kutipan ayat di atas adalah pengajaran Rasul Paulus tentang pembelajaran dari pengalaman Israel di padang gurun, dalam perjalanamn dari Mesir ke tanah yang dijanjikan. Dalam perjalanan meninggalkan Mesir, Israel mengalami saat saat kejepit yang selalu diikuti oleh saat saat kelepasan yang disertai dengan mujijat. Ada juga saat-saat dimana mereka merasa dikecewakan, baik oleh pemimpin mereka maupun oleh Tuhan. Pengalaman mereka adalah suatu pelajaran buat kita di jaman ini.

Dalam Kel 15:22-26, di awal perjalanan mereka, mereka dibawa ke sebuah oasis bernama Mara. Mara artinya pahit. Air di oasis itu memang pahit untuk diminum. Israel protes dan menolak minum air pahit itu. Secara manusiawi, kita pikir mereka pantas kecewa. Setelah perjalanan capek capek, mereka berharap bisa minum air manis yang menyegarkan. Tahu-tahu dapatnya air pahit. Mereka protes dan marah-marah. Akhirnya Musa mematahkan sebatang pohon di pinggir oasis itu dan melemparkannya ke air. Air itu menjadi tawar/tidak pahit lagi.

Pdt Jamie Buckingham beberapa kali memimpin rombongan untuk menginap di Gurun Sinai. Dia membawa dokter dan ahli kimia. Dari pengamatan timnya dia menemukan sesuatu yang menarik. Ada pohon tertentu yang tumbuh di pinggir oasis yang mengandung zat kimia di batangnya yang mampu menetralisir kadar mineral di air yang menimbulkan kepahitan. Air itu berubah menjadi enak diminum. Orang Israel minum dengan senang, dan tidak menyadari sama sekali bahwa mereka kehilangan yang terbaik dari Tuhan!

Air di oasis Mara itu mengandung kadar kalsium dan magnesium yang tinggi. Magnesium adalah pencahar yang kuat. Kalau mereka memaksakan diri minum air pahit itu, mereka akan mencret-mencret seharian. Dan mencret itu adalah pembersihan yang mereka butuhkan! Itu cara Tuhan untuk menyingkirkan penyakit Mesir dari tubuh mereka! Mereka baru saja meninggalkan suatu wilayah yang baru saja mengalami sampar penyakit dan bencana alam: katak mati, air tercemar jadi darah, penyakit sampar, borok, kematian masal dll. Bukan hanya itu! Sepanjang sungai Nil, penyakit umum sampai jaman sekarang adalah Bilharzia atau Schistosomiasis, yang ditularkan oleh keong di sungai itu. Kalau mereka mencret, segala kuman, amuba, bakteri penyakit yang ada di perut mereka akan keluar semua. Mereka akan sehat!

Lagi pula, kalsium dan magnesium adalah bahan dasar dolomite, yang sekarang dipakai sebagai obat kontrol otot untuk atlit-atlit yang berlaga di cuaca panas. Mereka memerlukan sekali obat ini karena mereka akan berjalan di padang pasir berhari-hari! Dalam kebodohan dan ketidaksabaran mereka, mereka menolak obat yang dari Tuhan dan justru kehilangan berkat terbesar dalam hidup mereka.

Saudara-saudari sekalian, dari waktu ke waktu, Tuhan membawa kita ke Mara, suatu tempat di dalam hidup ini yang isinya masalah dan ketidaknyamanan. Suatu tempat yang kita ingin hindari. Kita ingin oasis yang lain! Yang airnya segar dan manis! Tapi Mara harus kita lewati. Dia adalah tempat dimana Tuhan melakukan pembersihan atas roh kita yang sudah banyak tercemar dunia. Di Mara, tempat air pahit itu, saya harus datang dan minum, dan mengijinkan Roh Tuhan memurnikan dan menyiapkan saya untuk perjalanan melewati gurun kehidupan.

Ketika sdr merenungkan hal ini, saya berharap sdr bisa melihat kehidupan ini dan segala masalahnya sebagai proses pembersihan dari Tuhan. Tidak ada orang waras yang mau masalah dalam hidupnya. Tetapi kita perlu menyadari, bahwa sering kali, masalah membawa berkat. Asal kita menerimanya dengan sikap yang tepat.

Ada sifat dan karakter negatif tertentu yang harus dibereskan dalam hidup kita. Mungkin itu kebiasaan buruk, malas, banyak mengeluh/protes, kasar, pemarah, terlalu sensitif (atau justru tidak sensitif sama sekali), dll. Sering kali, sifat dan karakter buruk ini hanya bisa disingkirkan melalui suatu pergumulan kehidupan yang berat. Orang-orang dipakai oleh Tuhan untuk ‘menggosok’ karakter kita. Kita dimasukkan ke dalam ‘dapur api’ seperti pengrajin emas membersihkan emas. Caranya adalah dengan melelehkan emas itu di atas api sampai kotoran semua mengapung dan disingkirkan. ‘Dipanggang di atas api’ pastilah tidak menyenangkan. Tetapi itu membersihkan.

Jadi, kalau ada suatu pengalaman tidak enak terjadi dalam hidup sdr, maukah sdr mencoba bertanya kepada Tuhan: Apakah Engkau sedang membentuk karakterku melalui masalah ini? Kalau iya, karakter yang mana? Tuhan kasihkan aku kekuatan untuk menjalani ini semua…

Kalau selama ini saudara selalu menghindari Mara-Mara dalam kehidupanmu, sekali ini, ijinkan Roh Tuhan membawa engkau ke sana, dan memurnikan, membersihkan dan menguatkan engkau. Sebab setelah itu, ada tempat kelegaan tersedia buat kita.

Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu. – Kel 15:27

Mara cuma tempat singgah sementara. Setelah Mara, kita akan dibawa berkemah di Elim yang penuh dengan berkat. Dan setelah itu, Tanah Yang Dijanjikan buat kita, yaitu surga, menantikan kita. – pst
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT