Image Background
header
Umum PASTI
PASTI
Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau. – Yes 54:10
Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah. – 2 Kor 1:20

Bayangkanlah skenario ini:
Saudara mau pergi jalan jalan. Ketika saudara datang ke travel agent, saudara akan diminta membayar uang muka dulu. Dari travel agent hanya ada janji: pasti berangkat. Tapi siapa yang berani memastikan masa depan? Bisa saja 2 bulan lagi dia tutup. Tapi kita terima juga kepastian yang tidak benar-benar pasti itu. Kenapa? Karena kita perlu kepastian. Kalau travel agent bilang, “Saya terima uang mukanya, tapi tidak pasti berangkat ya pak”, maka kita langsung minta kembali uang kita dan cari tempat lain yang memberi kepastian.
Kepastian adalah sesuatu yang menjadi dasar kehidupan. Tanpa kepastian, kehidupan yang kita kenal sekarang tidak akan ada. Kita tahu bahwa kalau kita ke restoran dan membayar pesanan kita dengan uang rupiah, uang itu akan diterima. Ada kepastian. Tapi kalau kita membawa uang Zimbabwe, tidak ada kepastian.
Kepastian mengandung unsur keyakinan dan kepercayaan. Sebab kita sering menerima kepastian untuk sesuatu yang belum terjadi, seperti contoh pergi jalan-jalan tadi. Atau membeli rumah yang belum dibangun sama sekali.
Tetapi kepastian justru menjadi barang langka di jaman serba cepat ini. Perubahan yang terjadi di dunia ini begitu luar biasa cepat, dalam hitungan detik. Skala perubahan juga bukan lagi lokal, tetapi global alias mendunia. Perubahan di satu tempat akan langsung diketahui oleh seluruh dunia.
Informasi yang datang begitu banyak, sebagian di antaranya adalah berita bohong. Bagaimana kita bisa membedakan mana yang benar mana yang salah?
Semua serba tidak pasti, padahal kita perlu kepastian…
Bagaimana dunia ini berfungsi kalau ada orang tidak pasti? Ngga apa-apa ya? Kalau yang tidak yakin dokter?
”Saya tidak pasti bahwa memotong kakinya akan menolong sakit bisul dijidatnya. Tapi boleh dicoba.”
Insinyur?
”Team kami tidak bisa pasti fondasi ini akan kuat untuk bangunan 100 lantai. Tapi boleh dicoba.”
Pilot?
”Saya tidak yakin pesawat rusak ini aman untuk terbang. Tapi boleh dicoba.”
Pendeta?
”Saya tidak pasti Yesus itu menyelamatkan kita. Tapi boleh dicoba.”
Dalam banyak iman percaya, kata yang sering diucapkan adalah ’semoga’, atau ’mudah-mudahan’. ’Semoga’ dan ’mudah-mudahan’ menyiratkan bahwa yang berbicara kurang pasti.
Dimanakah kepastian bisa didapatkan? Dari Firman Tuhan!
Alkitab mengajar kita untuk pasti/yakin akan keselamatan kita:
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." – Kis 4:12
Tidak ada keraguan. Mantap, yakin dan pasti.
Dengan mengatakan kita yakin kita selamat, kita TIDAK mendahului Tuhan, melainkan percaya akan perkataan Tuhan. Kalau tidak yakin, buat apa percaya?
Yakin bahwa Yesus adalah jalan keselamatan bukan menjelekkan keyakinan orang lain. Adalah penting di dalam kita meyakini kebenaran iman kita, kita TIDAK merendahkan atau mengecilkan keyakinan orang lain. Sikap hormat dan rendah hati haruslah menjadi ciri seseorang yang sudah mendapat jaminan keselamatan di dalam Yesus. Tetapi adalah penting seseorang mendapatkan kepastian akan keselamatannya. Sebab kita di sini berbicara tentang surga atau neraka di kekekalan. Salah langkah tidak bisa diperbaiki.
Blaise Pascal terkenal dengan pertaruhan Pascal (Pascal’s Wager). Dia mengatakan bahwa dia menerima iman kekristenan karena alasan rasional. Saya coba tulis dengan gaya saya:
Kekristenan percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Ini ada kemungkinan benar atau salah. Kalau ini salah (ternyata semua agama sama saja), maka saya tidak rugi apa-apa. Tapi kalau Yesus ternyata memang satu-satunya jalan keselamatan, saya untung. Sebaliknya, kalau anda percaya semua agama sama saja, ada kemungkinan anda benar atau anda salah. Kalau anda benar, anda akan untung, dan saya (yang percaya Yesus satu-satunya jalan keselamatan) juga untung. Tetapi kalau anda salah, anda akan berakhir di neraka dan saya di surga. Jadi kesimpulan: percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan sebenarnya tidak pernah rugi, untung dua-duanya.
Tetapi saya mengajak saudara untuk yakin dan pasti bukan karena perhitungan rasional semata, tetapi karena kita mengalami perjumpaan dengan Kristus yang hidup, yang berjanji akan hadir di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Nya! Amin!
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT