Image Background
header
Umum PERTANYAAN
PERTANYAAN
Mana yang lebih penting: pertanyaan atau jawabannya?
Mayoritas orang akan menjawab: JAWABAN! Logikanya begini: anda bertanya untuk apa? Untuk mendapat jawaban, bukan? Berarti jawaban lebih penting daripada pertanyaan!
Sekilas pandang, jawaban itu logis. Tetapi kalau kita menggali dan merenung lebih dalam, boleh jadi kita akan menemukan nuansa yang berbeda. Sebelum kita tiba pada terminal ‘jawaban’, kita harus melalui dulu stasiun ‘pertanyaan’. Ini sekilas remeh tapi penting, karena beberapa orang bahkan sudah memiliki jawaban sebelum mendengar pertanyaannya.
Pertanyaan adalah penting karena dia memaksa kita untuk berpikir (asumsi saya adalah saudara adalah orang yang berpikir sebelum menjawab, bukan sebaliknya). Apalagi kalau pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan yang menyangkut hal-hal yang vital dalam hidup ini, seperti: keselamatan, hidup kekal, masa depan dll.
Adalah juga penting untuk seseorang mengajukan pertanyaan yang tepat supaya mendapat jawaban yang tepat. Kalau pertanyaan sudah salah, jawaban apapun yang diberikan otomatis akan salah juga.
Bagaimana saudara akan menjawab pertanyaan berikut ini?
Menurut kamu Aku ini siapa?
Pertanyaan ini ditanyakan oleh Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya ketika mereka ada di satu daerah bernama Banias di Israel utara. Sebelum mengajukan pertanyaan ini, Yesus sebenarnya mengajukan pertanyaan lainnya: “Kata orang Aku ini siapa?” Lalu murid-murid-Nya menjawab, “Ada yang bilang Engkau ini Elia, ada yang bilang Yeremia…”
Setelah mereka menjawab, Yesus kemudian mengajukan pertanyaan ini: Kalau menurut kamu sendiri, Aku ini siapa? Ini pertanyaan yang memiliki bobot berbeda dengan pertanyaan tentang lokasi makan siang. Ini bukan soal saya harus kerja atau sekolah di mana… Ini adalah pertanyaan yang menyangkut surga dan neraka. Inilah pertanyaan yang menentukan tempat kita di kekekalan…
Pertanyaan ini harus dijawab bukan hanya oleh murid-murid Yesus pada jaman itu saja, tetapi oleh semua orang yang pernah hidup di dunia. Kenapa? Karena minimal 2 hal:
1. Yesus ini suatu hari akan datang kembali dan menjadi hakim atas semua orang yang pernah hidup di dunia ini.
2. Yesus membuat pengakuan-pengakuan tentang diri-Nya yang sangat menghebohkan.
Siapakah Yesus? C. S. Lewis, tokoh Inggris, mengajukan pilihan yang tajam: Silahkan pilih: Yesus ini Tuhan, pembohong besar atau orang gila? Lewis meminta kita untuk tidak menyebut Yesus semata-mata ‘guru’ atau ‘orang bijak’, seperti yang dilakukan oleh orang-orang tertentu, sekalipun memang Dia adalah Guru dan bijak. Menurut Lewis, kata-kata Yesus tidak memenuhi standar yang bisa dipakai ke orang-orang bijak dalam sejarah. Orang bijak mana yang pernah berkata, “Saya ini Jalan, Kebenaran dan Kehidupan.”? Atau “Siapa yang sudah melihat Saya sudah melihat Allah”?
Menurut Lewis, yang mengucapkan kata-kata begini bisa jadi orang gila. Dan keluarga Yesus sendiri sempat mengira Dia gila, sehingga mereka hendak membawa Dia pulang. Tapi kita tahu dari catatan Alkitab dan sejarah bahwa Yesus bukan orang gila.
Menurut Lewis, kemungkinan yang lain adalah Yesus ini pembohong besar. Tapi kalau menilik sejarah manusia, apakah pernah ada orang yang sedemikian beraninya untuk mengaku dia memiliki sifat-sifat Illahi, seperti yang Yesus lakukan? ”Sebelum Abraham ada, Saya sudah ada.”, padahal Abraham hidup 2000 tahun sebelum Yesus lahir. Lagipula mujijat-mujijat Yesus menunjukkan Dia bukanlah pembohong. Dan kata-kata-Nya terbukti. Yang paling mencengangkan adalah janji-Nya bahwa Dia akan bangkit dari kematian. Dan itu Dia penuhi 3 hari sesudah Dia mati di kayu salib. Dia meninggalkan lubang kubur dan kain kafan dan menampakkan diri kepada ratusan murid-murid-Nya.
Jadi, Lewis tiba pada kesimpulan bahwa Yesus tidak lain adalah Tuhan. Dan salah satu tokoh ateis brilian itu akhirnya berlutut dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Kehidupan C. S. Lewis akhirnya menjadi berkat besar bagi dunia melalui buku-bukunya.
Bagaimana dengan saudara? Menurut saudara, Yesus Kristus dari Nasaret itu siapa? Tuhan, pembohong besar, atau orang gila? Jawaban saudara akan menentukan hidup saudara di kekekalan nanti.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT