Image Background
header
Umum PROSES (1)
PROSES (1)
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
(2 Kor 5:17)
Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.
(Fil 1:6)

Pernah ketemu dengan orang Kristen yang menyebalkan? Yang membuat kita bersyukur kita sudah bertobat, karena kalau tidak kita sudah cekek orang ini?
Pernah ketemu dengan hamba Tuhan yang bikin dongkol? Yang membuat kita bertanya apakah Tuhan tidak salah memilih hamba-Nya?
Saya sering ketemu yang demikian. Setiap kali saya berkaca saya ketemu satu…serius…
Salah satu pergumulan terbesar sebagai orang Kristen adalah soal orang Kristen yang tidak seperti Kristen yang seharusnya (menurut gambaran kita).
Gambaran tentang orang Kristen adalah orang-orang yang (seharusnya) sopan mengesankan, lembut menghanyutkan, indah berseri mekar lestari, baik sekali, rajin berdoa, tempo-tempo puasa, suka memberi, jujur dan tulus, dipukul tidak membalas, dibentak diam saja, disiksa malah ketawa…
Dalam kenyataannya, orang Kristen bisa kasar, keras, bergumul antara doa dan dosa, pelit, belum dipukul sudah memukul duluan, dibentak balik membentak, menyiksa sambil ketawa…
Kalau orang lain yang begitu, muncul rasa kecewa…
Kalau kita sendiri yang begitu, timbul rasa bersalah…kalau teringat ayat berikut ini:
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. – Rom 8:29
Bagaimana kita menjelaskan fenomena ini?
Mari kita perhatikan apa kata Alkitab.
Semua orang yang menerima Yesus adalah ciptaan baru (2 Kor 5:17). Kita mengalami kelahiran kembali dari air dan roh (Yoh 3:3-5). Secara roh, kita sudah berbeda dengan yang sebelumnya. Kita diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12). Sekalipun demikian, ada bagian-bagian diri kita yang tidak otomatis mengalami pembaharuan, tetapi harus melalui PROSES pembaharuan.
Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Perubahan dari manusia lama ke manusia baru adalah otomatis dalam hal status, tetapi seperti dijelaskan di ayat 23, pikiran kita harus diperbaharui. Kata ‘roh dan pikiranmu’ diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai ‘the spirit of your mind’ atau ‘roh dari pikiranmu’ yang berbicara tentang pola pikir.
Jadi, ini salah satu penyebab kenapa ada orang Kristen yang masih melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai kekristenan: pikirannya masih belum berubah.
Pembaharuan pikiran terjadi ketika Firman Allah yang hidup menginvasi otak kita dan menguasai pikiran kita. Ini bukan sesuatu yang instan, tetapi proses. Karena itu, dari kita diminta ketekunan untuk menjalani proses pembaharuan ini dan tidak cepat kecewa ataupun putus asa.
Caranya?
Berilah ruang di pikiran kita untuk Firman Allah melalui khotbah minggu dan pembacaan Alkitab setiap hari.
Sudahkah saudara melakukan hal ini? Kalau belum, hari ini belum terlambat untuk memulainya. Ambillah langkah pertama, tidak usah banyak-banyak, satu dua paragraf per hari. Yang penting konsisten dan ketekunan. Mintalah Tuhan Yesus, Sang Firman, untuk menuntun saudara. Dia akan melakukannya karena Dia mengasihi kita dan mau kita berubah.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT