Image Background
header
Umum PROSES (2)
PROSES (2)
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
(2 Kor 5:17)
Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.
(Fil 1:6)

Ribuan orang Kristen berkumpul di depan gereja Sanjiang yang baru dibangun di kota Wenzhou di propinsi Zhejiang, Tiongkok. Mereka berkumpul setelah mendengar bahwa Xia Baolong, ketua partai Komunis, memerintahkan supaya gereja itu dirubuhkan. Massa yang berkumpul itu menyatakan bahwa hidup mereka berubah sejak mereka menjadi pengikut Kristus. Karena itu, mereka menuntut supaya gereja dibiarkan tetap berdiri.
Jin Yufu, 55 tahun, berkata, ‘Kekristenan telah memberikan sumbangan besar kepada masyarakat di sini. Karena gereja, kami tidak lagi merokok, berjudi atau mabuk-mabukan.’
Suatu hari, Harold Hughes, gubernur negara bagian Iowa di Amerika Serikat dari thn 1963-1969, masuk ke bak mandi. Dia masuk ke bak mandi bukan untuk mandi, tetapi supaya orang-orang bisa lebih gampang membersihkan kamar mandi itu kalau dia sudah mati. Harold hari itu masuk ke bak mandi sambil memegang senapan. Dia berniat bunuh diri. Istrinya sudah tidak tahan dengan kemabukannya. Dia sendiri juga sudah capai dengan pergumulannya melawan alkohol.
Menurut kesaksian Harold, pada momen itu suatu hal terjadi. Dia mengalami perjumpaan dengan Kristus. Harold bukan hanya batal bunuh diri, tetapi dia menjadi seorang yang berubah hidupnya. Perubahan hidupnya sedemikian luar biasa, sehingga loper korannya pun ikut bertobat karena melihat perubahan dalam hidup Harold.
Perubahan hidup adalah salah satu ciri seseorang yang menempatkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dalam kehidupannya. Kalau perubahan tidak terjadi, kita patut meragukan apakah orang ini sungguh sudah menempatkan Yesus sebagai Tuhannya. Di sisi yang lain, kita berharap bahwa setiap orang Kristen yang kita temui harus langsung menunjukkan perubahan. Ketika kita tidak menemukan itu, kita bisa jadi kecewa. Ketika kita sendiri tidak memunculkan perubahan itu, kita merasa bersalah.
Perubahan adalah suatu proses. Proses artinya memerlukan langkah-langkah dan waktu untuk mencapai sasaran. Ini yang sering kali kita lupakan. Kita mengharapkan sesuatu yang sifatnya spontan, langsung seketika. Padahal, perubahan memerlukan waktu. Ini bukan mengatakan bahwa Tuhan tidak bisa melakukan mujijat atau bahwa tidak ada orang yang mengalami perubahan dramatis dan langsung seperti Rasul Paulus. Tetapi perubahan pada Paulus bukanlah suatu hal yang baku atau model yang harus dialami oleh setiap orang Kristen. Rasul Petrus ataupun Yohanes tidak mengalami hal yang dramatis seperti Rasul Paulus.
Kalau kita menyimak ayat di Fil 1:6, kita menemukan beberapa hal tentang proses perubahan:
1. Perubahan yang baik dalam hidup manusia dimulai bukan oleh si manusia itu sendir, tetapi oleh Allah, Bapa segala terang. Manusia sudah jatuh dalam dosa. Dia tidak akan sanggup berubah tanpa ditolong oleh Allah yang menciptakan dia.
2. Kita semua masih belum selesai diproses. Kata-kata ‘akan meneruskannya sampai pada akhirnya’ menunjukkan bahwa proses ini masih berlangsung. Ini seperti rumah yang sedang dibangun dan belum selesai. Kawat besi masih bergelantungan. Tembok masih belum disemen sebagian. Kamar mandi masih berantakan. Tentu kita tidak akan berkata: ‘Rumah kok seperti begini. Nggak mau ah…’ Tentu kita akan bilang, ‘Saya harus bersabar sebentar. Kalau sudah jadi, pasti bagus sekali.’ Karena itu, kalau kita melihat ada orang Kristen masih ada ngawurnya, harap maklum: dia masih belum selesai dikerjakan. Kalau pendeta masih ada jeleknya, harap maklum: dia masih belum selesai dikerjakan.
Perhatikan: ini bukan mengatakan bahwa kita boleh membiarkan dosa atau kelemahan. Sekali lagi, perubahan harus terjadi, cuma, tidak semua langsung terjadi atau sekaligus beres.
Saya mengatakan bahwa kita harus belajar maklum kalau melihat seseorang masih belum sempurna. Tuhan masih belum selesai memproses dia.
3. Proses ini pasti akan selesai, karena Dia yang mengerjakan perubahan ini adalah setia. Dia tidak hanya setia, Dia juga memiliki kuasa untuk menggenapkan perubahan ini. Jadi, dari awal Allah yang memulai, dan Dia juga yang akan menyelesaikannya.
Apa yang dibutuhkan supaya proses ini bisa berlangsung tuntas? Saya percaya Tuhan tidak pernah memaksakan kehendak-Nya atas kita. Contoh jelas adalah ketika Yesus didatangi oleh satu orang kaya yang mencari hidup kekal. Yesus meminta orang ini menjual semua hartanya dan membagikannya kepada orang-orang miskin. Orang ini langsung putar badan dan meninggalkan Yesus. Apakah Yesus mengejar orang itu untuk memaksa dia? Tidak. Yesus membiarkan dia pergi.
Kita sendiri harus mau berubah. Kita sendiri harus bekerja sama dengan Bapa kita itu. Bukan karena Dia tidak bisa sendiri melakukannya, tetapi karena Dia menghargai pilihan kita.
Maukah anda berubah? Itu pertanyaan kuncinya.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT