Image Background
header
Umum R U M P U T
R U M P U T
Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,
di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.
(Maz 90:5-6)

Tiger Woods…nama ini masih masuk berita. Sekali ini bukan karena prestasinya atau masalah rumah tangganya, tapi karena kesehatan dan masa depannya. Tiger Woods tidak tahu apa yang akan terjadi di hari-hari yang akan datang. Istilah keren yang dipakai dalam berita BBC: belum melihat sinar di ujung terowongan gelap. Operasi tulang punggung yang dia barusan jalani (ini operasi kali ke sekian) membuat dia bahkan tidak bisa membungkuk untuk memungut bola golf.
Sejak thn 2008 sampai 2015 ini, Tiger Woods tidak pernah lagi memenangkan turnamen golf untuk kelas Major. Padahal sebelum itu, dia telah memenangkan 14 turnamen Major dan diramalkan akan memecahkan rekor 18 kali kemenangan yang dipegang oleh Jack Nicklaus. Tapi ramalan itu akhirnya bernasib sama dengan ramalan tentang planet Nibiru: dibuang ke laut. Kegemilangan yang dinanti-nantikan dan yang dianggap pasti didapat akhirnya juga ikut masuk ke laut.
Tiger Woods tidak tahu apakah dia akan bisa bertanding golf lagi. Dia bahkan tidak tahu apakah dia akan bisa bermain golf lagi. Hari-hari ini, menurut pengakuannya, pekerjaan dia hanyalah berjalan (bukan jalan-jalan) supaya tetap sehat. Sungguh jauh sekali dari seseorang yang sekian tahun lalu dielu-elukan oleh dunia…
Begitulah manusia… seperti rumput yang berkembang di waktu pagi dan layu di sore hari. Semua cerita kebesaran manusia dengan cepat sekali layu dan larut ke laut.
Saya pernah berjumpa dengan X, juara dunia berkali-kali untuk satu bidang olah raga dari Indonesia. Dia mengharumkan nama bangsa kita. Ketika saya berjumpa dengan dia di bandara, tidak ada yang menyapa dia, tidak ada yang menemani dia. Padahal ketika dia masih jaya, jangan harap bisa dekat dengan dia tanpa tekat baja seperti perempuan yang sakit pendarahan 18 tahun itu!
Kisah seperti ini bukan hanya kisah seorang Tiger Woods atau dunia olah raga. Dia juga terjadi di dunia politik. Tony Blair sekarang terancam dibawa ke pengadilan, padahal dulu dianggap salah satu PM yang cukup berhasil di Inggris.
Ini juga terlihat di bidang bisnis. Kodak; Nokia, Blackberry…nama-nama yang dulu merajai bidangnya; sekarang terhilang…
Ini juga berlaku di dunia hiburan. Bintang film hanya bertahan 3-5 tahun. Setelah itu, ada pendatang baru yang menggeser kedudukannya.
Pendek kata, apa kata Pemazmur adalah berlaku di segala bidang kehidupan, termasuk kerohanian.
Kejatuhan dan kehilangan ini digambarkan seperti rumput yang berkembang lalu kering. Perubahan yang terjadi begitu cepat, melalui pemakaian kata-kata ‘pagi’ dan ‘sore’. Pagi berkembang sore layu. Manusia ternyata bisa begitu tidak berdaya, sekalipun sebelumnya terlihat begitu hebat.
Karena itu Alkitab selalu menekankan kerendahan hati, terutama bagi mereka yang merasa sudah berhasil mencapai sesuatu.
Kerendahan hati dimulai dari kesadaran akan 3 hal:
1. Betapa terbatasnya kemampuan manusia. Masih banyak penyakit yang belum ada obatnya; masih banyak misteri yang belum terpecahkan oleh ilmu fisika; masih banyak wilayah yang belum tersentuh manusia. Tetapi keterbatasan manusia terlihat nyata ketika dia menghadapi kematian… Di situ manusia benar-benar tidak berdaya.
2. Betapa pendeknya umur manusia. Manusia paling bertahan 70 tahun; kalau kuat 80 tahun, kata Pemazmur (yang sampai meninggalnya pada umur 120 thn tetap berkarya memimpin bangsanya melewati padang gurun). Secara sederhana, 70 tahun itu mesti dipotong 20 tahun untuk masa sekolahnya. Sisa 50 tahun saja; dengan catatan kalau dia sehat-sehat terus.
Kata-kata terakhir aktor Douglas Fairbanks menjelang meninggal: “Badan saya sehat sekali.” Habis berkata demikian dia meninggal.
Kaisar Vesapasianus dari Kekaisaran Roma (dialah yang mengepung kota Yerusalem di thn 67 M bersama anaknya, Jenderal Titus) menderita diare hebat menjelang meninggal. Kata-kata terakhirnya sebelum mati adalah: “Kayaknya saya sebentar lagi akan menjadi dewa. Seorang kaisar harus mati sambil berdiri.” Dia minta beberapa orang membantu dia berdiri, lalu dia mati… Yah…silahkan mau pakai gaya apapun, berdiri atau baring, mati ya tetap mati…
Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. (1 Pet 1:24-25)
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT