Image Background
header
Umum S H O W R O O M
S H O W R O O M
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Mat 5:14-16

Showroom adalah ruang pamer untuk berbagai produk, dari mebel sampai mobil.
Pasti anda pernah melihat showroom, terutama showroom mobil. Showroom mobil lokasinya selalu di jalan besar, bukan di gang buntu. Ciri khas yang membedakan showroom dengan bangunan lain adalah pemakaian kaca. Di ruang pamer, kaca menggantikan tembok dari bata dan semen. Kalau anda menemukan satu bangunan yang dindingnya tanpa kaca, hanya tembok bata, yakinlah bahwa itu adalah gudang, bukan showroom.
Showroom harus berdinding kaca. Untuk apa? Supaya yang di dalam bisa melihat keluar atau supaya yang di luar bisa melihat ke dalam? Jelas kaca itu ada supaya yang di luar bisa melihat ke dalam. Kenapa? Karena ada yang ingin dipamerkan; makanya namanya showroom alias ruang pamer!
Pada siang hari, showroom terlihat bagus. Produk yang dipamerkan didandani dengan elok. Kalau mobil, pasti catnya mengkilap kinclong. Kalau mebel, pasti tanpa kerut halus mulus.
Pada malam hari, showroom terlihat lebih bagus lagi, karena adanya cahaya atau lampu yang menyinari seluruh ruang pamer dan lampu khusus yang menyorot produk tertentu. Apa jadinya kalau showroom tanpa cahaya? Auk ah…geyap…
Showroom dibuat bagus dan terang karena di dalamnya ada yang mau dipamerkan. Siapa tahu ada yang melihat dan tertarik dan kemudian masuk ke dalam. Lalu terjadi percakapan dengan penjual, dan akhirnya sang tamu membeli produk yang dipamerkan itu.
Hidup orang Kristen itu harus seperti showroom. Orang harus bisa melihat kehidupan orang Kristen. Kata kerennya adalah: transparan. Seperti showroom, produk yang dijual harus bagus. Kata keren lainnya adalah: berintegritas. Jangan cuma tampilannya bagus tapi jerohannya jelek.
Mari perhatikan kata-kata Yesus yang kita kutip di atas.
Orang Kristen adalah terang dunia. Tanpa orang Kristen, dunia ini gelap. Tentu terang yang ada di kita sebenarnya bukan terang dari diri kita sendiri, tapi karena Sang Terang Sejati, Yesus Kristus, bertjahaja dalam diri kita.
Ayat 16 menerangkan bahwa terang kita ini harus bertjahaja di depan orang. Terang ini ada fungsinya. Dia harus menerangi perbuatan baik kita. Jadi, ‘produk yang dipamerkan’ dari ‘showroom rohani’ ini adalah perbuatan baik orang Kristen. Ini penting kita garis bawahi. Ada kelompok orang Kristen yang phobia berat dengan perbuatan baik. Perbuatan baik dianggap sesuatu yang harus disingkirkan jauh-jauh dari kehidupan kekristenan. Kalau dia sampai ada, dia akan mengganggu kedaulatan dan kemuliaan Allah.
Padahal kata Tuhan Yesus: supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." Jadi perbuatan baik kita bisa membawa orang memuliakan Bapa di sorga.
Perbuatan baik sama sekali tidak tabu bagi orang Kristen. Asalkan dia jangan menganggap bahwa itu yang akan membuat dia masuk surga. Itu saja.
Di sisi yang lain, mari kita perhatikan kata-kata Tuhan Yesus di Mat 6:2-4:
Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
Di Mat 5: … supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik…
Di Mat 6: … Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi,…
Mana yang benar?
Dua-duanya benar. Ini kuncinya: Jangan MENGUSAHAKAN supaya perbuatan baikmu terlihat. Tapi BIARLAH orang melihat perbuatanmu yang baik itu.
Maksudnya: berbuat baiklah tanpa perlu gembar-gembor ke orang. Kalau anda konsisten berbuat baik, nanti lama-lama itu akan terlihat, tidak mungkin tersembunyi, atau orang lain yang akan mulai membicarakan perbuatan baik anda itu.
Perbuatan baik atau jahat, lambat laun, akan terlihat.
Selama berpuluh-puluh tahun, beberapa lembaga pendidikan, rumah sakit, lembaga riset dan sosial di Amerika Serikat, Asia dan Eropa bingung dengan satu orang yang memberikan uang banyak sekali ke tempat-tempat tersebut. Dan dermawan itu tidak mau diketahui namanya.
Akhirnya ketahuan juga. Orang itu, Chuck Finney, adalah orang kaya, salah satu pemilik Duty Free Shoppers (DFS) yang memiliki toko bebas cukai di berbagai bandara dunia. Dalam hidupnya, Finney memberikan lebih dari US$ 8 milyar dollar atau lebih dari Rp 100 trilyun hartanya untuk sosial. Sekalipun Finney berusaha menutupi perbuatan baiknya, tapi pada akhirnya itu terlihat juga.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT