Image Background
header
Umum S  U  K  S  E  S
S U K S E S
Craig Groeschel adalah nama besar di pelayanan. Gereja yang dia gembalakan, Life.Church (berdiri sejak tahun 1996) adalah gereja dengan 25 cabang di 9 negara bagian di Amerika Serikat, dengan jemaat ribuan orang. Gereja ini terkenal karena mempelopori penyiaran langsung ibadah mereka melalui internet.
Saudara sendiri mungkin sudah diberkati oleh gereja ini, kalau saudara memasang aplikasi Alkitab Youversion di HP saudara. Aplikasi Alkitab gratis yang sudah diunduh lebih dari 250 juta orang ini adalah buatan Gembala Inovasi Life.Church, Bobby Gruenewald.
Dalam satu wawancara dengan koran The Oklahoman, Craig menyampaikan sesuatu yang menarik. Dia berkata bahwa adalah sulit untuk mengukur kesuksesan sebuah gereja jika dikaitkan dengan pelayanan gereja.
"Sulit untuk mengukur kesuksesan dalam hal memimpin orang secara rohani. Bagaimana anda bisa mengukur jika seseorang menjadi lebih dekat dengan Tuhan atau tidak? Ukuran sukses haruslah lebih dari sekedar jumlah jemaat.” kata Groeschel dalam wawancara dengan The Oklahoman.
Yang berkata demikian bukan hanya Pdt Craig. Selama bertahun-tahun, pendeta-pendeta lain sudah memberikan peringatan untuk tidak mengukur keberhasilan gereja hanya dengan menghitung jumlah jemaat, termasuk Pdt Rick Warren, yang jemaatnya mencapai 20 ribu orang.
"Sukses dari pelayanan anda bukanlah dari ukuran atau kecepatan, sekalipun ada daftar ‘gereja-gereja besar’. Tuhan tidak akan menilai anda berdasarkan hal-hal tersebut karena itu adalah alat ukur manusia (bukan Tuhan),” kata Rick Warren di konferensi penanaman gereja ditahun 2014.
Kalau yang berkata demikian adalah pendeta dengan jumlah jemaat sedikit, mungkin kita bisa bilang bahwa mereka tidak mengerti, atau sekedar iri. Tapi yang berbicara adalah orang-orang yang sudah digolongkan ke dalam kelompok ‘mega church’. Mereka tahu apa yang mereka bicarakan.
Rick Warren sendiri juga mengatakan bahwa gereja harus bertumbuh. Jadi, kalau kita berkata bahwa ukuran sukses jangan dilihat dari jumlah, kita tidak berkata bahwa gereja tidak perlu bertumbuh. Kita hanya bilang: pertumbuhan jumlah jangan dijadikan ukuran sukses.
Kebanyakan orang tentu akan mempertanyakan kata-kata ini. Kita sudah terlalu lama dan terlalu dalam percaya bahwa ukuran kesuksesan gereja adalah jumlah yang besar.
Kenapa? Pertama, karena itu cara paling gampang untuk mengukur. Kita tidak mau ribet.
Kedua, karena cara pandang kita sudah terkontaminasi oleh dunia. Seperti kata Rick Warren: “karena itu adalah alat ukur manusia”. Alat ukur manusia selalu berbentuk fisik dan kasat mata alias jasmani semata.
Ukuran manusia adalah begini: Orang sukses adalah orang kaya. Orang kaya adalah orang yang memiliki harta yang banyak berupa uang, properti (rumah, tanah, apartemen), emas berlian, mobil/kapal/pesawat dll. Kita tidak mau tahu bahwa orang yang memiliki begitu banyak harta bisa saja sangat miskin secara rohani atau jiwani. Maka, menurut ukuran manusia, gereja yang sukses adalah gereja yang memiliki gedung besar dan mewah, jumlah jemaat yang besar, parkiran gereja diisi oleh mobil-mobil mewah.
Kalau ukuran keberhasilan gereja bukan itu, lalu apa ukurannya? Menurut pendeta Craig, paling tidak ada dua:
Satu: Kerohanian jemaat. Kata Pdt Craig, “Karena kami tidak dapat mengukur apa yang terjadi dalam hati orang-orang, kami mencoba untuk fokus pada apa yang kami percayai membantu orang-orang bertumbuh secara rohani.” Ini termasuk mengukur jumlah anggota jemaat yang aktif melayani di gereja dan terlibat dalam kelompok sel.
Dua: Gereja menjadi berkat bagi dunia. Pdt Craig mengaitkan sebagian dari pertumbuhan gerejanya dengan “kemurahan hati yang tidak rasional.”
"Kami benar-benar percaya adalah terlebih berkat memberi daripada menerima. Nilai kemurahan hati adalah inti dari jati diri kami,” katanya. Life.Church memberikan bahan-bahan gratis kepada hampir 500.000 gereja di seluruh dunia, bahkan pada saat gereja tersebut sedang mengalami kesulitan keuangan.
Menurut Craig, "Bertahun-tahun yang lalu, saat kami sedang mengalami kesulitan keuangan, gereja lain tertarik untuk menggunakan khotbah, video dan kurikulum anak-anak kami. Adalah hal yang umum untuk menjualnya, kami merasa terpanggil untuk memberikan secara cuma-cuma kepada mereka. Jujur, pada saat itu, hal tersebut lebih menakutkan daripada yang saya dapat gambarkan karena kami sedang mengalami masa-masa sulit untuk memenuhi kebutuhan kami. Setelah kami mulai memberikan secara cuma-cuma, kami percaya Tuhan memberkati gereja dengan lebih bebas."
Gereja bisa saja memiliki jumlah jemaat yang besar tapi lemah secara kualitas rohani.
Gereja bisa saja memiliki jumlah jemaat yang besar tapi tidak pernah berbagi kepada yang lain.
Yang demikian adalah gereja yang sukses di mata manusia, tetapi gagal di mata Tuhan.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT