Image Background
header
Umum S U M B A T
S U M B A T
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" (Mrk 5:36)

Penumpang di sebelah kanan saya itu memulai terornya begitu pesawat terbang Vancouver Hongkong mulai terbang. Dia mulai mendengkur. Dia mendengkur dengan konsisten. Lalu suara dengkur mulai mengguntur. Suara dengkur mengguntur semakin cetar membahana.
Dengkur di sebelah kanan, mesin pesawat di sebelah kiri. Lengkaplah sudah penderitaan saya kiri dan kanan. Pikiran saya mulai membayangkan kengerian teror selama penerbangan 12 jam itu. Akankah orang ini tidur terus selama penerbangan?
Puji Tuhan. Pertolongan dari Tuhan muncul dalam bentuk 2 benda kecil berwarna krem: sumbat kuping. Spons lembut itu saya sumpalkan ke kuping saya, dan semua suara meredup, dari bunyi mesing sampai suara pramugari yang menawarkan bakmi Shanghai. Dan penumpang tadi langsung bangun begitu mencium bau bakmi…
Dari waktu ke waktu, dalam perjalanan hidup ini, kita banyak diganggu oleh suara-suara negatif, kebisingan yang tidak perlu, teriakan-teriakan yang tidak jelas. Gangguan-gangguan ini bisa membuat kita menjadi resah, marah, bahkan mengganggu perjalanan iman kita. Maka, dari waktu ke waktu, kita perlu sumbat telinga.
Dan sumbat telinga yang terbaik adalah: iman percaya.
Yesus sedang menuju ke rumah Yairus untuk menyembuhkan anak perempuannya yang sakit keras dan hampir meninggal. Di tengah jalan, ada wanita yang sakit pendarahan yang menahan perjalanan Yesus. Setelah itu, datanglah anak buah Yairus yang berkata. Markus mencatat begini di Mrk 5:35:
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
Bayangkanlah perasaan Yairus… semua pengharapan sirna karena berita ini. Sukacita melayang. Hidup terasa kosong.
Mungkin ada anda yang mengalami hal seperti ini. Suatu berita buruk datang. Suatu penghinaan ditimpakan ke kita. Kritik dilemparkan ke arah kita. Tuduhan tanpa fakta diarahkan ke kita.
Pakailah sumbat kuping.
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" (Mrk 5:36)
Ya, sumbatlah kupingmu dari suara-suara itu. Percaya saja!
Suara-suara negatif dan bising akan terus ada. Kita tidak akan bisa menghilangkan semua itu.
Naik pesawat terbang: mau tidak mau harus kepapar suara mesin pesawat atau dengkuran sesama penumpang.
Punya usaha: mau tidak mau akan ada gosip dari saingan.
Dipakai Tuhan: mau tidak mau harus siap menerima kritikan dari orang-orang tertentu.
Ada suara-suara yang perlu didengar. Terkadang kita salah, kita harus mau ditegur.
Tapi ada suara-suara yang tidak perlu didengar. Jikalau kita yakin kita benar pakailah sumbat kuping, seperti yang diajarkan oleh Yesus kepada Yairus.
Percayalah bahwa bagi Allah tidak ada kata terlambat. Bagi manusia, sudah percuma datang ke tempat Yairus. Anaknya sudah mati. Tetapi anaknya dihidupkan kembali. Adakah yang mati dalam kehidupanmu? Cintamukah yang sudah mati? Pengharapan akan perubahan? Iman akan mujijat? Percayalah!
Percaya tidak usah pakai persiapan dulu.
Percaya tidak usah sekolah dulu.
Percaya tidak usah pikir pikir dulu.
Percaya adalah keputusan seketika.
Percaya saja!
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT