Image Background
header
Umum S U S A N T O
S U S A N T O
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. (Fil 1:21)
Macam-macam orang telpon ke rumah saya.
Susanto menelpon beberapa tahun yang lalu. Dia ingin mengundang saya ke acara ibadah makan pagi (breakfast meeting) yang diadakan oleh cabang FGBMFI alias Full Gospel Business Men’s Fellowship International (panjang sekali nama persekutuan ini) yang dia pimpin. Setelah itu, saya beberapa kali diundang oleh dia ke acara yang sama. Nice guy, orangnya baik sekali. Santun, rohani, tipe sayang keluarga, pekerja keras.
Ketika saya mendengar berita tentang longsornya Hotel Bali Club, dan bahwa salah satu korbannya bernama Susanto, saya tidak pernah berpikir itu adalah Susanto yang saya kenal. Saya baru terhenyak ketika ada orang yang memintakan doa untuk Susanto ini, supaya dia bisa selamat dari malapetaka itu.
Susanto akhirnya kembali ke surga. Dia menahan tiang beton yang mestinya menimpa anaknya, yang akhirnya berhasil diselamatkan. Kita tidak tahu berapa jam dia memikul tiang beton itu, sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya. Susanto mati supaya anaknya bisa hidup…
Minggu ini kita merayakan kematian Yesus Kristus dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati.
Susanto mengingatkan saya akan pengorbanan Yesus, Sang Tukang Kayu dari Nasaret. Susanto adalah murid Yesus. Dia meniru teladan Yesus, yang memikul kayu salib dan mati dipaku di sana supaya orang lain bisa hidup kekal.
Kematian memiliki kekuatan hebat karena dia misterius. Kita tidak tahu apa yang terjadi pada saat kita mati.
Kematian memiliki cengkeraman hebat karena orang mati tidak kembali lagi. Dia pergi selamanya.
Kematian sepatutnya ditangisi dan diratapi, karena dia adalah pemisahan dan penghancuran. Yang mati tidak akan bisa diajak bicara atau dilihat lagi, apalagi ditemui untuk minta ayat! (beberapa orang malah mau minta nomor untuk judi lotere…) Kematian tidak ada gunanya dan tidak patut dirayakan KALAU tidak ada janji kebangkitan dan janji keselamatan kekal.
Dan di dalam Yesus janji kebangkitan dan janji keselamatan kekal ini tersedia. Dan Dia yang menjanjikan itu sudah mengalami kebangkitan terlebih dahulu. Itu sebabnya janji-Nya bisa dipercayai.
Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya. (1 Tes 5:24)
Itulah salah satu hal yang membuat istri dari Susanto, Lanny, mendapatkan kekuatan untuk menghadapi suatu kehidupan tanpa seorang Susanto mendampingi dia. Dia tahu kemana suaminya pergi, dan dia tahu apa yang tersedia untuk suaminya di sana.
Ayat di Fil 1:21 yang kita kutip di atas adalah rallying cry alias sorak penyemangat orang Kristen ketika menghadapi kematian. Kita percaya bahwa Kristus sudah mati, dikubur, dan bangkit pada hari yang ketiga. Kita percaya bahwa melalui kematian-Nya, Dia menebus kita semua yang percaya dari belenggu dosa yang selama ini mengikat kita. Kita percaya bahwa melalui kebangkitan-Nya, Dia mengalahkan kematian dan maut yang selama ini menakutkan kita.
…supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; 15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. (Ibr 2:14-15)
Kematian tidak lagi menakutkan bagi kita yang percaya kepada Yesus Kristus, Juru Selamat seisi dunia. Kematian malah membawa keuntungan, karena kita akan berjumpa dengan Yesus secara langsung.
Ada telpon lain yang masuk dari seorang wanita. Dia mengundang saya datang ke rumah duka untuk suatu alasan yang unik sekali.
Suaminya baru saja meninggal dalam usia relatif muda. Yang membuat dia menelpon adalah karena malam itu akan datang seorang hamba Tuhan terkenal yang ingin membangkitkan suaminya. Dia minta tolong saya untuk menghadapi pendeta top itu. Saya bertanya kepada dia, “Apakah ibu tidak senang suaminya dibangkitkan lagi?” Jawabannya begini, “Saya percaya suami saya sudah di surga, tempat terindah. Kenapa harus disuruh balik lagi?”
Iya ya..
Teologia ibu sederhana itu ternyata lebih mantap dari pendeta terkenal itu…(bapak pendeta itu tidak jadi datang tanpa memberikan alasan).
Pada hari Jumat Agung dan Minggu Paskah ini, mari kita meneguhkan kembali iman kita akan kematian dan kebangkitan Tuhan kita, Yesus Kristus. Dia sudah mati, tetapi Dia bangkit! Maut sudah dikalahkan! Amin!
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT