Image Background
header
Umum SEKALI SELAMAT TETAP SELAMAT!
SEKALI SELAMAT TETAP SELAMAT!
SEKALI SELAMAT TETAP SELAMAT?

Ada debat yang sudah berlangsung di dalam dunia kekristenan selama beratus-ratus tahun, terhitung sejak Reformasi (Reformasi adalah nama gerakan rohani di abad ke 16 yang memunculkan gereja Protestan). Debat ini adalah antara para Kalvinis (penganut aliran Kalvinisme) dan Arminian (penganut aliran Arminianisme). Kalvinis mengambil nama Yohanes Kalvin, orang Perancis yang adalah salah satu tokoh Reformasi. Arminian mengambil nama Yakobus Arminius, orang Belanda yang adalah salah satu tokoh gereja Protestan Belanda.
Kedua kelompok ini memiliki dasar iman yang sama, memiliki muara yang sama dan memegang Alkitab yang sama, tetapi ada perbedaan penafsiran/pandangan teologis tentang berbagai hal, antara lain jaminan keselamatan, kasih karunia dll.
Secara sederhana, pokok perdebatan antara dua kelompok ini adalah mengenai kedaulatan Allah dan kehendak bebas manusia. Kalvinis menekankan kedaulatan Allah di atas kehendak bebas manusia. Kalau Allah sudah berkehendak (contoh: menyelamatkan seseorang), maka tidak ada manusia yang bisa melawan atau menolak. Sebaliknya, Arminian menyatakan bahwa sekalipun Allah berdaulat, tetapi manusia memiliki kehendak bebas (yang berasal dari Allah) untuk membuat pilihan. Kalangan Kalvinis umumnya ada di gereja Reformed dan gereja Injili tertentu, sementara kalangan Arminian banyak ditemukan, antara lain, di gereja Metodis dan Pentakosta.
Artikel pendek ini tidak bermaksud untuk masuk dalam perdebatan panjang ini, tetapi ingin menjelaskan posisi GBI Putera dalam 1 hal, yaitu tentang keselamatan. Patut ditekankan juga akan adanya banyak nuansa di dalam 2 aliran ini. Ada Kalvinis radikal, ada yang moderat dll. Ada Arminian klasik, ada Arminian Wesleyan.
Kalvinis secara umum percaya bahwa keselamatan adalah kekal: sekali anda selamat, seterusnya anda akan selamat. Keselamatan ini tidak bisa hilang. Sekalipun anda melakukan dosa sebesar apapun, hidup sebejat apapun, anda akan tetap selamat. Dasar ayat yang dipakai ada beberapa, salah satunya Rom 8:38-39:
(38) Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, (39) atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Sekalipun tidak diakui oleh Kalvinis, pandangan ‘sekali selamat tetap selamat’ membawa konsekuensi. Salah satu adalah kecilnya motivasi untuk hidup kudus dan benar di hadapan Tuhan. Inilah yang diperingatkan oleh Paulus supaya tidak terjadi:
Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! Rom 6:15
Jelas bahwa selalu ada yang beralasan bahwa karena sekali selamat pasti selamat, maka dia boleh hidup seenaknya, berbuat dosa semaunya, dan tetap masuk surga…
Tetapi penolakan kita terhadap doktrin ‘sekali selamat tetap selamat’ bukan semata-mata karena soal motivasi ini, tetapi karena Alkitab memberikan contoh dan peringatan terhadap kemungkinan hilangnya keselamatan:
(4) Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, (5) dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. – Ibr 6:4-10
Jadi ada kemungkinan bahwa orang-orang yang sudah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan mendapat bagian dalam Roh Kudus, sudah tahu Firman Allah, bisa saja murtad meninggalkan Tuhan. Dalam hal ini keselamatan mereka hilang.
…jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; 2 Tim 2:12
Sekalipun menurut Rom 8:38-39 tidak ada (dari hal-hal yang disebutkan) yang bisa memisahkan kita dari kasih Allah, menurut 2 Tim ini, kita sendiri bisa memutuskan untuk memisahkan diri dari kasih-Nya, yaitu dengan menyangkal Dia.
(20) Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. (21) Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. (22) Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya." – 2 Pet 2:20-22
Jadi di sini kita melihat betapa baiknya Allah dan betapa kerasnya juga Ia. Ia bertindak keras terhadap mereka yang berdosa, tetapi Ia baik hati terhadap Saudara--asal Saudara tetap hidup dari kebaikan-Nya. Kalau tidak, maka Saudara juga akan dibuang. – Rom 11:22 BIS
Masih ada ayat-ayat lain yang menunjukkan hal yang sama. Jadi jelaslah bahwa kita menolak pandangan ‘sekali selamat tetap selamat’ karena pandangan ini bertentangan dengan apa kata Alkitab.
…karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,… Fil 2:12
Kita percaya seseorang selamat bukan karena perbuatan baiknya, melainkan karena anugerah Tuhan. Tetapi setelah selamat, marilah kita mengerjakan keselamatan itu dengan belajar hidup kudus dalam takut akan Tuhan.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT