Image Background
header
Umum SELAMAT DATANG 2016
SELAMAT DATANG 2016
…sebab berlalunya buru-buru,… (Mz 90:10)
Time flies, kata orang Inggris. Waktu terbang. Kata Pemazmur, berlalunya buru-buru. Rasanya baru kemarin kita berkumpul menyambut 2015. Sekarang 2016 sudah tiba. Waktu berlalu buru-buru bukan karena sedang mengejar target yang belum tercapai. Dia buru-buru bukan karena mengejar cinta atau karena terlambat ke bandara.
Waktu berlalu dengan buru buru karena:
1. Memang sudah sifatnya waktu. Dia tidak bisa dan tidak boleh berhenti. Dia tidak bisa berhenti dan tidak maju-maju di jam 10 pagi supaya kita bisa membersihkan rumah dulu sebelum mertua keburu tiba jam 11. Waktu tidak mau tahu, diaterus berjalan, konsisten, tanpa jeda, tanpa lelah. Detik demi detik berlalu. Manusia kalah terhadap yang satu ini. Dia tidak bisa menghentikan waktu.
2. Waktu yang lewat tidak bisa kembali. Seandainya saja waktu bisa diputar kembali… Seandainya saja hidup bisa diulang… biar waktu berlalu secepat apapun kita tidak akan susah atau panik. Tapi waktu yang sudah terhilang tidak akan kembali lagi. Masa sekarang akan menjadi masa lalu dalam satu kejapan mata. Begitu sesuatu sudah masuk ke dalam cengkeraman masa lalu, dia tidak akan bisa diraih lagi. Berbagai ahli memimpikan adanya mesin waktu, supaya kita bisa kembali ke masa lalu. Gagal terus. Terpaksa minta bantuan Holywood. Holywood menciptakan mimpi dalam film-film fantasinya tentang orang-orang yang kembali ke masa lalu. Back to the Future dengan pemain Michael J. Fox; The Terminator dengan pemain Arnold Shusahdiketiknamanya. Yah…namanya juga film fantasi…
3. Kita sendiri yang terlambat berjalan bersama waktu. Dengan tertatih-tatih kita berusaha mengejar waktu. Kita kepontal-pontal, jungkir balik ‘mengatur waktu’. Karena itu kita merasa waktu kok berlalunya buru-buru sekali. Maksud saya, sang waktu sendiri sebenarnya tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah mendadak menjadi cepat. Tidak pernah terjadi di mana 1 hari mendadak tinggal 20 jam. Waktu selalu konsisten. Kitanya yang tidak konsisten. Terkadang kita membuat diri kita terjebak dengan berbagai kesibukan, sebagian perlu, sebagian lagi tidak perlu. Terkadang hal-hal tertentu terjadi di luar kendali kita. Macet parah di luar perkiraan karena ada kecelakaan, hujan lebat yang membuat jalanan banjir yang berlanjut ke kemacetan parah. Terkadang tuntutan pekerjaan… Terkadang kita sendiri lagi tidak kepengin berbuat apa-apa; maunya baring 10 menit saja, sementara pekerjaan menumpuk. Lalu 10 menit ternyata menjadi 1 jam ngorok.
Saudara sekalian,
Waktu terus berlalu, dan akan terus berlalu. Apakah dia buru-buru atau tidak sebenarnya juga bergantung kepada kita. Manfaatkanlah waktu dengan baik. Sebelum memberikan waktu kita untuk sesuatu, tanyakanlah pertanyaan ini: apakah ini bermanfaat buat saya atau orang lain? Kalau tidak, sebaiknya tidak dilakukanlah.
Waktu tidak pernah kembali lagi. Setiap perbuatan kita otomatis akan masuk ke masa lalu; dan dari situ dia masuk ke dalam keabadian. Karena itu, manfaatkanlah waktu dengan baik. Jangan sampai sesuatu tindakan dilakukan yang akan membawa penyesalan. Sebelum kita melakukan sesuatu, tanyakan pertanyaan ini: apakah saya akan menyesali perbuatan saya ini suatu hari nanti? Kalau iya, sebaiknya tidak dilakukanlah.
Sekalipun tahun 2014 dan 2015 sudah berlalu, dan mereka tidak akan kembali lagi, tetapi Januari, Februari sampai Desember selalu kembali. Senin, Selasa sampai Minggu selalu tersedia lagi. Untuk apa? Supaya kita bisa memperbaiki apa yang kurang di Januari atau September yang lalu. Supaya kita bisa menjadi lebih baik di Senin atau Kamis yang akan datang.
Ajakan saya adalah supaya kita belajar dari masa lalu, terutama dari kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi di 2015. Tujuannya adalah supaya kita bisa menghindari kesalahan yang sama. Supaya kita jangan lebih bodoh daripada keledai. Keledai saja, kata guru Bahasa Indonesia, tidak akan jatuh ke lubang yang sama dua kali.
Tetapi, supaya kita bisa menghindari kesalahan yang sama, kita harus mempelajari kesalahan tersebut. Disinilah banyak orang gagal. Orang tidak mau melihat/mendalami kesalahannya karena sering kali ini proses yang menyakitkan. Sekalipun demikian, saya menganjurkan kita untuk mengambil waktu, merenung, berpikir, dan belajar dari kesalahan. Mungkin kita perlu teman diskusi, carilah seseorang yang bisa menjadi teman diskusi. Mungkin kita perlu seorang yang kita anggap bijak untuk tempat bertanya, carilah orang tersebut. Maka tahun 2016 akan menjadi tahun yang lebih baik buat kita semua. Amin.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT