Image Background
header
Umum SUARA ORANG KECIL
SUARA ORANG KECIL
SUARA ORANG KECIL

Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta. (2 Raj 5:1)

Di dalam pasal terakhir kitab 1 Raja-Raja, ada cerita tentang kematian raja Ahab. Dia terbunuh tanpa disengaja dalam suatu pertempuran. Sang raja maju ke medan pertempuran dengan menyamar. Lalu, Alkitab mencatat:
Tetapi seseorang menarik panahnya dan menembak dengan sembarangan saja dan mengenai raja Israel di antara sambungan baju zirahnya. Kemudian ia berkata kepada pengemudi keretanya: "Putar! Bawa aku keluar dari pertempuran, sebab aku sudah luka." (1 Raj 22:34)
Raja akhirnya meninggal karena luka dari tembakan panah sembarangan itu. Menurut tradisi Yahudi (rabinikal), sang penembak panah itu bernama Naaman, yang kemudian menjadi panglima.
Naaman ini adalah orang terhormat, berkedudukan tinggi, pahlawan perang, disayang oleh raja. Apa yang kurang? Kesehatannya. Dibalik kilap seragamnya ada sesuatu yang disembunyikan. Naaman terkena sakit kusta yang mengerikan. Cerita kesembuhan dia menunjukkan betapa pentingnya seseorang merendahkan hati dan mendengarkan masukan dari orang-orang yang di bawah yang biasanya diremehkan.
Naaman sembuh karena dia dua kali mendengarkan suara dari bawah.
Pertama: pembantu di rumahnya. Kedua: para pegawainya.
Pembantu ini adalah tawanan perang yang dibawa Naaman dari Israel. Sekalipun statusnya sebenarnya adalah budak, wanita ini rupanya diperlakukan dengan baik. Buktinya dia memikirkan kesehatan tuannya dan kemudian memberikan masukan:
Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya." (2 Raj 5:3)
Ini nasihat yang sulit dilaksanakan. Aram dan Israel (beribukota di Samaria) seperti anjing dan kucing. Sebentar perang sebentar damai. Nanti perang lagi, lalu damai lagi. Jadi si pembantu ini menyuruh Naaman untuk pergi ke wilayah musuh dan meminta tolong kepada musuh! Tapi Naaman menerima nasihat itu.
Naaman menghadap raja dan menceritakan tentang perkataan pelayannya itu. Lalu raja mengirim surat rekomendasi ke raja Israel, yang kemudian meminta dia menghadap kepada nabi Elisa.
Naaman tiba di depan pintu rumah sang nabi dengan pengharapan akan disambut dengan meriah. Bayangkan jengkelnya panglima ini ketika yang keluar hanya pembantu yang memberikan instruksi: mandilah di sungai Yordan 7 kali.
(11) Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! (12) Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. (2 Raj 5:11-12)
Kejengkelan dia karena tiga hal:
1. Hanya disambut oleh pembantu, bukan oleh sang nabi.
2. Bukan didoakan, hanya disuruh mandi.
3. Disuruh mandi di sungai kotor.
Tetapi anak buahnya memberikan nasihat yang luar biasa: apa susahnya cuma turun ke sungai dan mandi?
(13) Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."
Dia mandi dan mengalami mujijat kesembuhan.
Ada kalanya Tuhan berbicara melalui orang-orang yang tidak kita anggap.
Ada kalanya mujijat diberikan melalui orang-orang kecil tanpa nama. Siapa nama si pembantu itu? Siapa nama-nama para anak buah Naaman itu? Tidak disebut sama sekali.
Kisah ini dicatat untuk mengajar kita untuk tidak tinggi hati dan merendahkan orang lain, terutama mereka yang ada di bawah kita.
Pernahkah anda meremehkan nasihat orang-orang yang demikian? Mungkin anda sudah kehilangan berkat besar karenanya. Waktunya untuk kita berubah dan peka dengan suara Tuhan melalui orang-orang tanpa nama.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT