Image Background
header
Umum  T   A   H    U
T A H U
Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
(Yer 29:10-11)

Yeremia pasal 29 adalah surat yang ditulis kepada orang Yahudi di awal penderitaan mereka. Mereka baru saja mengalami pukulan hebat: menjadi tawanan perang. Tidak pernah dalam benak mereka pernah terbayang bahwa hal ini bisa terjadi.
Yerusalem dikepung oleh Nebukadnesar untuk kedua kali pada thn 589 sM. Selama hampir tiga tahun pemerintahan raja Zedekia bertahan melawan tentara paling kuat di dunia pada jaman itu. Akhirnya mau tidak mau mereka menyerah juga. Nebukadnezar mengirim panglimanya yang bernama Jenderal Nebuzaradan dengan satu perintah: hancurkan kotanya. Penduduk ditawan dan yang badannya sehat dibawa ke pembuangan di Babilonia. Sisa penghuni Yerusalem adalah orang tua dan orang sakit-sakitan.
Dari bangsa merdeka, bangga dengan eksistensi mereka sebagai bangsa pilihan, sekarang Yahudi menjadi bangsa yang terjajah.
Ibukota negara, Yerusalem, menjadi puing; Bait Suci sudah hancur; pusat spiritual bangsa mereka, harapan dan andalan mereka, tempat Allah mereka berdiam; inilah tanda jelas mereka ditinggalkan oleh Allah.
Mereka sekarang menjadi tawanan perang dan dibawa ke negeri orang. Keluarga tercerai berai, rumah dan harta harus ditinggalkan; memulai hidup di negeri orang bukan sebagai pengungsi, tetapi sebagai bangsa jajahan.
Semua janji-janji Tuhan terasa kosong. Semua doa dan ibadah terasa hampa.
Selama bertahun-tahun, nabi Yeremia memberi peringatan kepada orang-orang Israel bahwa kesabaran Tuhan Allah sudah menipis. Selama bertahun-tahun, dia memperingatkan mereka bahwa mereka perlu bertobat dari penyembahan berhala, kalau tidak Allah akan menghukum mereka untuk perbuatan jahat mereka. Dan mereka tidak mendengar. Akhirnya malapetaka datang. Allah mengijinkan Nebukadnezar menyerbu Kerajaan Yehuda dan Yerusalem dihancurkan. Mereka dibawa ke negeri orang, dan sebagian besar tidak kembali lagi.
Sekarang, Yeremia menulis surat kepada orang-orang ini, kepada para tua-tua, imam, nabi dan rakyat yang ada di pengasingan di Babilonia. Isi suratnya: Allah masih memiliki rencana bagi hidupmu. Kamu tidak ditinggalkan begitu saja. Kamu masih disayang dan Allah masih memiliki rencana untuk kelangsungan hidup bangsa ini.
Lalu Allah memberikan pernyataan yang mengejutkan: mereka akan kembali ke Yerusalem tetapi harus menunggu 70 tahun.
Nah, kalau saudara menjadi salah satu orang Israel, dan umur saudara sudah 40-50 tahun, saudara pasti shiok lah. 70 tahun?? Saya keburu mati dong?! Kenapa mesti 70 tahun? Mau tolong ya tolong aja? Kenapa pakai tunda-tunda? Boleh diskon ngga? 10 tahun aja sudah cukup lama loh…
Angka 70 tahun bukan angka hasil sulapan. 70 tahun adalah masa di mana tanah Israel tidak mendapatkan istirahat atau Sabat (2 Taw 36:20-2).
Barangkali Tuhan rupanya sudah tahu bahwa mereka akan protes. Maka Dia menyatakan di Yer 29:11: Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu,
Kalau boleh diurai menurut pemahaman saya, Tuhan berkata demikian: Aku akan membebaskan kamu setelah kamu ditawan 70 tahun. Jangan protes kenapa lama. Sebab Aku ini tahu persis apa yang akan Aku lakukan untuk kamu.
Jadi, Tuhan tahu persis apa yang Dia lakukan. Dia punya rencana. Dia bukan seperti panglima yang sembarang memberi komando; atau presiden/raja yang bingung membuat keputusan. Setiap langkah Tuhan ada maksud dan tujuan. Setiap tindakannya adalah hasil perhitungan. Ibarat pemain catur, ketika mengambil langkah pertama, Tuhan sudah tahu langkah kedua sampai langkah skak mat terakhir.
Rencana Tuhan adalah rencana jangka panjang sampai ribuan tahun. Rencana Tuhan selalu baik: rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Masalahnya adalah: Tuhan tahu tapi kita tidak tahu! Kita manusia selalu ingin tahu. Kenapa? Karena dengan tahu, kita bisa mengambil tindakan. Ini serba tidak tahu… akibatnya, kita menjadi gelisah dan bingung. Dan Tuhan yang serba tahu itu tidak beritahu kepada kita yang serba ingin tahu. Kenapa? Karena pikiran manusia terlalu sempit untuk bisa memasuki dimensi pikiran Allah. Kita tidak sanggup berpikir sampai ratusan tahun, apalagi ribuan tahun.
Tuhan juga tidak beritahu kita supaya kita belajar beriman. Belajar untuk percaya bahwa Dia berkuasa menggenapi janji-Nya. Belajar untuk percaya dan berserah, sekalipun kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Belajar untuk percaya bahwa rancangan Allah selalu baik untuk kita umat-Nya. Semua ini kita tahu dari salib Kristus. Rancangan kebaikan Allah bagi kita terlihat pada sosok yang tergantung di salib itu. Dia mati supaya kita bisa hidup, dan hidup dalam kelimpahan. Dia bangkit dari kematian, supaya kita hidup dalam pengharapan. Percayakah saudara?

Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT