Image Background
header
Umum T A K U T
T A K U T
Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." – Kej 3:10

Ablutophobia = takut mandi.
Anuptaphobia = takut tidak kawin.
Caligynephobia atau Venustraphobia = takut wanita cantik.
Hexakosioihexekontahexaphobia = takut dengan angka 666.
Homilophobia = takut dengan khotbah. (ada hadir di sini?)
Dextrophobia = takut dengan benda di sebelah kanan badan.
Levophobia = takut dengan benda di sebelah kiri badan.
Pentheraphobia = takut dengan mertua.
Phobophobia = takut dengan ketakutan.
Pantophobia = takut dengan segala hal.
Daftar fobia (ketakutan yang berlebihan yang mengganggu kehidupan) ini mencapai angka lebih dari 500 jenis. Manusia memiliki beratus-ratus alasan untuk takut. Dan ini baru daftar yang ketahuan. Dan ini baru ketakutan yang berlebihan, bagaimana dengan ketakutan yang tidak sampai berlebihan tapi kita hadapi setiap hari? Seperti:
Macetophobia = takut macet; Omelophobia = takut diomelin. Khotbahopanjangophobia = takut khotbah panjang; dll.
Salah satu presiden AS, Franklin Roosevelt, mengucapkan kata-kata ini: “The only thing we have to fear is fear itself.” (Satu-satunya hal yang kita harus takuti adalah ketakutan itu sendiri). Maksud beliau adalah: jangan takut. Positif… Tapi itu juga berarti masih ada yang ditakuti, yang, kalau dia muncul, bisa melumpuhkan.
Ketakutan pertama kali disebut di Alkitab di ayat yang kita kutip di atas. Semenjak saat itu, dari Taman Eden sampai Rumah Edan, roh ini terus bekerja dengan rajin menteror manusia. Saya sebut dia sebagai roh, seperti kata Alkitab:
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan,… – 2 Tim 1:7.
Karena ini adalah sesuatu yang datangnya dari roh, maka ketakutan sering kali tidak rasional alias tidak masuk akal. Dia bisa saja muncul tiba-tiba tanpa sebab, tanpa penjelasan.
Lalu bagaimana cara menghadapinya?
Manusia mencoba berbagai cara, dari tarik nafas dalam-dalam sampai mandi air panas.
Yesus mengajarkan cara yang menjadi pegangan setiap orang percaya:
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" – Markus 5:35-36
1. Hal tertentu jangan dihiraukan, terutama omongan negatif yang membuat kita menjadi lemah. Ini bukan lari dari kenyataan, tetapi tidak membiarkan hal negatif merusak diri kita lebih jauh.
2. Lawan ketakutan dengan iman percaya. Ketakutan harus dilawan. Dan lawan yang bisa mengalahkan dia hanyalah iman percaya kepada Tuhan. Percaya bahwa tidak ada hal apapun yang terjadi pada diri saya yang Tuhan tidak tahu. Percaya bahwa Tuhan mengetahui masalah saya. Percaya bahwa Dia sanggup mengatasinya. Percaya bahwa Dia akan bertindak menolong saya.
Tetapi kita hanya bisa melakukan dua hal ini dengan satu syarat: Yesus ada bersama kita.
Bisakah kita pastikan itu?
Ya. Jikalau kita melakukan kehendak Tuhan, Dia pasti akan menyertai kita.
Jikalau kita hidup dalam ketaatan kepada Dia, Dia ada bersama kita.
Ada orang yang menganggap Tuhan sebagai alat semata. Dia hidup seolah-olah Tuhan tidak ada, tetapi ketika kena masalah, dia berteriak kepada Tuhan dan berharap Tuhan langsung lompat dari tahta kemuliaan-Nya untuk menolong dia. Ketika Tuhan tidak bertindak seperti yang Dia inginkan, dia marah dan kecewa.
Seorang anak disuruh mamanya mengambil satu kaleng tomat di basement rumah. Dia takut dan menolak. Kata mamanya: “Ayo kesana ambil. Masak takut? Ada Tuhan Yesus yang menyertai kamu di sana!” Anak itu akhirnya pergi, berdiri di pintu basement dan berteriak: “Yesus, kalau Kamu ada di situ, tolong ambilin tomat satu kaleng dong!”
Tuhan harus benar-benar menjadi Tuhan dalam hidup kita, maka kita akan berseru:
Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? – Rom 8:31
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT