Image Background
header
Umum T  A  N  D  I  N  G
T A N D I N G
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
1 Tim 6:12

Prestasi luar biasa ditorehkan oleh para atlit kita di Asian Games 2018. Kita semua patut bangga dengan pencapaian mereka. Ada momen-momen di perhelatan ini yang menggetarkan. Seperti ketika Jonathan Christie akhirnya meraih medali emas tunggal putera bulutangkis, setelah penantian selama 12 tahun sejak terakhir kali pemain bulutangkis Indonesia menjadi juara tunggal putera Asian Games.
Tapi ada pula momen-momen yang menuntut perjuangan dan airmata, seperti ketika Anthony Sukasini Ginting yang cedera tapi tetap bertanding. Dan Lindswell Kwok yang berhasil meraih medali emas wushu sekalipun kedua lututnya sudah cedera.
Masih ada lagi atlit-atlit lain, baik dari Indonesia maupun negara lain, yang menunjukkan kegigihan dan sikap pantang menyerah dalam mengejar impian medali dan kemenangan. Mereka semua adalah orang-orang yang patut dikagumi dan dijadikan teladan.
Menurut nasihat Rasul Paulus kepada anak didiknya, Timotius, kerohanian adalah suatu pertandingan juga. Dan sikap pantang menyerah, gigih adalah hal yang perlu kita kembangkan dalam perjalanan iman kita. Perjalanan iman sebenarnya bukanlah perjalanan, tapi pertandingan. Penulis Ibrani mendukung Rasul Paulus di suratnya di Ibr 12:1:
Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Ada orang yang meyakini bahwa keselamatan adalah satu peristiwa yang terjadi satu kali dan berlaku seterusnya. Begitu kamu percaya dan terima Kristus dalam hidupmu, prosesnya selesai, hasilnya langsung terjadi: keselamatan kekal. Keselamatan ini tidak bisa diganggu, digugat atau digagalkan oleh siapapun dan apapun juga, termasuk segala macam dosa apapun yang seseorang lakukan setelah dia terima keselamatan itu. Seperti orang naik lift atau eskalator, yang perlu kita lakukan hanya taruhkan kaki kita ke benda itu, dan kita dijamin akan sampai ke tujuan kita.
Tetapi Alkitab memberikan gambaran yang tidak sesederhana itu. Keselamatan adalah suatu proses yang masih terus berlangsung, yang akan komplit, genap pada saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya ke bumi ini. Hal ini terlihat, antara lain, dari gambaran pengiringan kita akan Tuhan sebagai pertandingan.
Pertandingan bukanlah lari pagi di Monas atau jalan santai di Ancol. Pertandingan mengartikan adanya konflik. Pertandingan ini tidak bisa dihindari. Kita ulang kata-kata Rasul Paulus: Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
Perhatikanlah kata-kata ‘untuk itulah engkau telah dipanggil’. Kita dipanggil untuk masuk dalam pertandingan iman dan merebut hidup kekal.
Jadi, suka atau tidak, sadar atau tidak, mau atau tidak, seorang pengikut Kristus mendapatkan dirinya berdiri di jalur perlombaan. Dia harus berlari. Itulah panggilan Allah bagi dirinya. Dan ini bukan lari jarak pendek, di mana yang diukur adalah kecepatan lari. Ini adalah lari jarak panjang, di mana yang menentukan adalah satu kata ini: ketekunan. Perlunya ketekunan menunjukkan bahwa pertandingan ini bisa melelahkan, atau kita bisa saja tergoda untuk berhenti bertanding.
Tuhan kita sendiri berkata demikian di Mat 24:13:
Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Lalu di mana fungsi iman? Imanlah yang membuat kita terus bertahan sampai kepada kesudahannya. Imanlah yang membuat kita berlari. Iman juga yang memberi kita kekuatan untuk terus berlari. Tanpa iman, kita tidak akan ada di pertandingan ini. Tanpa iman, kita tidak akan bertahan di pertandingan ini.
Keselamatan sebagai proses juga ditunjukkan melalui jenis kata kerja yang dipakai untuk menggambarkan keselamatan. Salah satunya bisa terlihat di catatan Rasul Paulus ini:
Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. (1 Kor 15:2)
Kata-kata ‘kamu diselamatkan’ seharusnya diterjemahkan sebagai ‘kamu sedang diselamatkan’. Proses penyelamatan ini belum selesai, sedang berlangsung dan akan mencapai kesudahannya atau puncaknya pada kedatangan Tuhan kali yang kedua.
Gambarannya adalah bahwa kita ini sudah ada di jalur yang benar; teruskanlah perjalananmu, jangan berhenti atau menyerah, setialah di dalamnya, andalkanlah Tuhan, maka kamu dijamin akan tiba kepada tujuan akhirmu: keselamatan kekal.
Maka, saudara-saudari sekalian, marilah kita mengandalkan kekuatan dari Tuhan, dan ditengah segala tantangan dan godaan yang ada, marilah kita terus bertanding dalam pertandingan iman kita, sampai akhirnya kita tiba dengan penuh sukacita di garis finish.
24 Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, 25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT