Image Background
header
Umum T E D D Y
T E D D Y
Apa untungnya bagi seseorang, kalau seluruh dunia ini menjadi miliknya tetapi ia kehilangan hidupnya? Dapatkah hidup itu ditukar dengan sesuatu? (Mat 16:26; BIS)

Pada umur 15 tahun, Teddy memutuskan untuk menjadi gangster. Dia masuk menjadi anggota K14, mafia (triad) paling ganas di Hong Kong. Pada thn 1970an dan 1980an, dia naik pangkat terus dan akhirnya menjadi kepala triad K14 untuk wilayah Tsim Sha Tsui. Istrinya 4 dan pacar resminya 8 orang, semuanya bintang film dan foto model. Uang semakin berlimpah ketika Teddy membuka diskotek bernama 348, salah satu diskotek terbesar di Hong Kong. Kaya raya, hidup mewah, kemana-mana pergi selalu dikawal beberapa mobil.
Suatu hari, beberapa mahasiswa sekolah teologia mendatangi dia untuk meminta nasihat bagaimana menjangkau para gangster Hong Kong. Satu pertanyaan dari mereka membuat boss gangster itu tidak tahan dan menangis keras-keras di hadapan tamunya: Kalau anda meninggal nanti, anda ingin dikenang seperti apa? Pertanyaan itu menohok ke dalam hatinya. Tetapi ketika mereka berbicara tentang Yesus, Teddy Hung Han Yi marah sekali. Menurut dia, dewa-dewa yang dia sembah selama ini tidak kalah dengan Yesus. Dewa-dewa itu yang membuat dia kaya. Teddy menyatakan bahwa para gangster adalah orang-orang yang sangat rohani. Mereka rajin sembahyang setiap hari. Jadi dia tidak perlu Yesus. Yang perlu ditolong bukan Teddy Hung, tetapi anak-anak muda anggota gangster.
Teddy akhirnya meminjamkan diskoteknya untuk kebaktian. Anggota gangster yang masih muda diajak ikut. Tetapi tidak banyak yang mau. Akhirnya kelompok hamba Tuhan ini memberikan usul. Mereka menyatakan bahwa anak-anak muda itu tidak mau ikut karena boss besar tidak ikut. Bagaimana kalau Teddy ikut Yesus dan hadir di kebaktian saja, supaya yang lain juga ikut? Masuk akal juga… Teddy akhirnya ikut kebaktian. Tapi tetap jadi boss gangster.
Teddy punya satu masalah besar: setiap malam dia tidak bisa tidur. Dia sudah keliling dokter-dokter top, tetapi tidak sembuh-sembuh. Obat-obatan tidak manjur. Dan dia ingin bunuh diri, padahal dia paling benci orang yang bunuh diri. Mereka adalah orang-orang lemah dan pecundang. Suatu malam, dalam keadaan menderita, dia mengambil Alkitab yang diberikan oleh para pendeta dan berdoa, “Yesus, jikalau Engkau benar ada, buatlah aku bisa tidur, maka aku akan percaya kepada-Mu.” Alkitab belum sempat ditaruh, Teddy sudah tertidur… Teddy merasakan yang namanya kuasa dalam nama Yesus. Dia menjadi percaya.
Tetapi hidupnya tetap belum benar. Ada orang bikin dia tersinggung, dia kirim anak buahnya untuk menghajar orang. Bisnis judi, narkoba, pelacuran jalan terus, sementara hari Minggu dia rajin ke gereja. Dia harus ke gereja, karena dia pernah mencoba tidak mau ke gereja, langsung imsonianya kambuh lagi.
Suatu hari, Teddy bertemu dengan boss gangster Jepang, Yamaguchi-gumi, yang menjadi pengikut Yesus. Orang ini berkata, “Teddy, kita boss gangster yang menyembah Yesus. Hati-hati, Setan tidak suka. Dia akan bikin hidup kita sengsara…”
Teddy mulai kena masalah dengan bisnisnya. Kerugian mulai terjadi. Polisi mulai sering datang mengawasi bisnis illegalnya. Menurut Teddy, dia serba salah. Yesus ini bikin pusing, katanya. Percaya kepada Yesus, bisnis mulai bangkrut. Tidak percaya Yesus, tidak bisa tidur.
Akhirnya Teddy memutuskan untuk cuti sebagai orang Kristen selama 2 tahun. Dalam 2 tahun itu, dia akan mencari uang sebanyak-banyaknya dengan caranya dia, setelah itu dia akan bertobat benar-benar dan jadi Kristen sejati. Dia pergi ke Thailand untuk memulai kasino illegal. Hasilnya? Rugi besar-besaran. Di situlah dia mulai marah dengan Tuhan. Dia datang ke pendetanya dan marah-marah tentang Tuhan. Pendetanya bertanya, “Apakah kamu mau anak kamu punya bisnis seperti kamu?” Pertanyaan ini membuat Teddy sadar. Dia ingat akan ayat di Matius: Apa untungnya bagi seseorang, kalau seluruh dunia ini menjadi miliknya tetapi ia kehilangan hidupnya? Dapatkah hidup itu ditukar dengan sesuatu?
Tapi pergumulannya tetap belum selesai. Teddy memutuskan untuk bunuh diri karena putus asa. Sudah 6 tahun dia menjadi Kristen, tapi hidupnya malah kacau karena dia tidak rela memutuskan hubungan dengan para istri dan simpanannya sertanya bisnisnya. Ketika sedang menulis surat bunuh diri, dia mendengar suara Tuhan bahwa kalau dia bunuh diri, salah satu anaknya akan membunuh semua anak-anaknya yang lain. Teddy tersadar dan bertobat. Dia minta ampun kepada Tuhan dan berjanji akan sungguh-sungguh ikut Tuhan. Sore itu, dia dibawa oleh Tuhan melihat neraka dan surga. Besoknya, dia memutuskan hubungan dengan semua wanita (kecuali istri pertamanya) dan menutup semua usahanya. Hidupnya berubah total semenjak hari itu. Teddy sekarang hidup benar, memiliki bisnis yang legal. Dia bersaksi di mana-mana. Mantan istri dan simpanan ikut menjadi kristen (kecuali dua orang yang masih belum). Anak-anaknya ikut dipulihkan dan ikut Tuhan.
Tuhan Yesus tetap mengubahkan hidup banyak orang, termasuk para penjahat sekalipun. Kuasa perubahan ini sedemikian luar biasa, sehingga para gangsterpun percaya! Anak buah Teddy memohon-mohon dia supaya ‘jangan menyembah salib’ karena itu bisa membawa bisnis mereka hancur. Mereka percaya akan kuasa Tuhan (sekalipun negatif)!
Memang perubahan itu tidak selalu spontan; sering kali ada proses yang harus dilalui. Tetapi kalau kita menjalani proses tersebut, dengan bimbingan seorang mentor yang tepat, maka semua akan menjadi indah pada waktunya.
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT