Image Background
header
Umum T  J  A  H  A  J  A
T J A H A J A
Yesus berbicara lagi kepada orang banyak, kata-Nya, "Akulah terang dunia. Orang yang mengikuti Aku tak akan berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai terang kehidupan."
(Yoh 8:12 – BIS)

Di manakah tempat paling gelap di dunia ini? Ditanya begini, manusia jaman ini akan balik tanya ke Google. Menurut Mbak Google, tempat paling gelap di dunia ada beberapa: Namibia, Chile dll. Tetapi tempat yang benar-benar gelap sebenarnya ada di lautan dalam.
Di bawah 1000 meter dari permukaan laut, sinar matahari (apalagi sinar bulan) sama sekali tidak tembus ke sana. Zona ini namanya Aphotic Zone, atau Midnight Zone. Karena itu, lautan terdalam di dunia pastilah tempat paling gelap di dunia. Dan lautan paling dalam di dunia ada di Pasifik, namanya Palung Mariana. Dalamnya 11 kilometer. Gelap gulita di sana.
Saya menemukan bahwa tempat paling gelap di dunia ternyata bukanlah lautan dalam, tetapi hidup manusia.
Kegelapan menguasai hidup manusia, setelah dosa muncul. Dari kejatuhan manusia itu, pertengkaran, iri hati, penyakit, keinginan jahat, pembunuhan mulai muncul.
Lihatlah ketidakadilan yang terjadi dalam kehidupan ini. Orang yang tidak bersalah dihukum, orang yang bersalah justru bebas.
Lihatlah kekerasan yang terjadi. Orang-orang yang menang bukanlah orang yang benar, tetapi orang yang berani melakukan kekerasan (kalau lawan mereka lebih keras atau lebih banyak, yah mereka mundur).
Lihatlah kehancuran kehidupan yang terjadi. Data WHO: setiap 40 detik, ada satu orang yang bunuh diri di seluruh dunia; berarti sekitar 800.000 orang mati tiap tahun karena bunuh diri. Angka ini melebihi jumlah orang yang mati karena perang.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ternyata tidak mampu melenyapkan kegelapan ini. Malah kelihatannya, semakin lama kegelapan semakin bertambah pekat di mana-mana. Sementara artikel ini ditulis, sudah 22 orang meninggal dalam pengeboman tadi malam di konser Ariana di kota Manchester di Inggris. Pada tahun 2020, WHO memperkirakan angka bunuh diri akan naik menjadi satu bunuh diri setiap 20 detik.
Lalu, adakah harapan bagi umat manusia? Dan kalau ada, di manakah dia bisa ditemukan?
Kegelapan hanya bisa dikalahkan oleh satu hal saja: TJAHAJA atau TERANG. Tidak ada ceritanya tjahaja atau terang kalah oleh kegelapan. Kegelapan hanya bisa menang ketika tjahaja tidak ada. Begitu tjahaja muncul, otomatis kegelapan akan tersingkir.
Dari kegelapan muncul kebencian. Dari tjahaja muncul kasih.
Dari kegelapan muncul kekerasan. Dari tjahaja muncul kelembutan.
Dari kegelapan muncul permusuhan. Dari tjahaja muncul perdamaian.
Dari kegelapan muncul pemaksaan kehendak. Dari tjahaja muncul sikap mengalah.
Dari kegelapan muncul ancaman. Dari tjahaja muncul ajakan.
Yesus Kristus adalah Terang dunia. Dari Dia muncullah tjahaja yang menerangi kegelapan yang selama ini menguasai hati dan pikiran umat manusia. Setiap orang yang mengikut Yesus memiliki terang, dan orang itu tidak lagi berjalan dalam kegelapan. Orang yang keras menjadi lembut; orang yang penuh permusuhan menjadi pembawa pesan perdamaian. Orang yang penuh kebencian menjadi penuh dengan kasih. Orang yang putus asa diberikan pengharapan kekal.
Saulus yang penuh kebencian dan permusuhan melihat Tjahaja Terang yang membutakan matanya di pinggir kota Damaskus. Dia diubahkan melalui perjumpaan itu. Namanya berubah menjadi Paulus, dan sampai akhir hidupnya, dia membawa pesan kasih dan perdamaian.
Kim Shin Jo diutus oleh pemerintahnya untuk membunuh presiden Korea Selatan. Dia tertangkap dan dipenjarakan. Tetapi dia menerima Terang Dunia, Yesus, dan hidupnya berubah. Dia sekarang menjadi pendeta di Korea Selatan.
Michael Franzese adalah kepala bagian keuangan mafia New York. Kegelapan hidupnya sirna ketika dia berjumpa dengan Sang Terang Dunia. Sekarang dia meninggalkan kegelapan dan menjadi seorang pemberita Terang.
Crystal Basette adalah bintang film porno. Sang Terang Dunia menjumpai dia dan menyingkirkan kegelapan dalam hidupnya. Sekarang dia menggembalakan satu jemaat bersama dengan suaminya.
Ada ribuan contoh, jutaan kisah yang seperti contoh-contoh di atas. Tjahaja Terang Dunia, Yesus Kristus Anak Allah, masih terus berkarya menyingkirkan kegelapan di dunia.
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT