Image Background
header
Umum U N D E R D O G
U N D E R D O G
Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (1 Kor 1:26)
Leicester (baca: lester) City menjadi juara sepak bola liga utama Inggris. Bagi anda yang tidak mengikuti berita bola, anda tidak perduli dengan berita ini. Bagi anda pendukung Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, ini berita buruk. Bagi para bandar judi, ini berita yang bikin sakit kepala. Begini ceritanya.
Pada periode pertandingan tahun lalu, juara liga adalah Chelsea. Leicester City? Klub ini baru masuk liga utama lagi setelah 10 tahun bermain di liga kelas dua dan kelas tiga. Tahun lalu Leicester City berakhir di nomor 14 dari 20 klub, setelah sempat duduk di nomor paling bawah klasemen sementara. Lumayan untuk klub yang berantakan.
Pelatih lama dipecat dan diganti pelatih baru bernama Ranieri. Begitu nama Ranieri diumumkan, kebanyakan orang mencibir. Ini pelatih gagal. Dia baru saja dipecat oleh tim nasional Yunani, padahal baru bertugas 4 bulan. Melatih hampir 30 tahun, Ranieri tidak pernah berhasil membawa tim yang dia latih menjadi juara di liga utama manapun juga.
Pemain Leicester juga banyak yang berantakan. Jaime Vardy, pencetak gol terbanyak, dulu adalah juara minum. Pernah berurusan dengan polisi. Pemain lain, Riyad Mahrez, dibuang oleh klub lain.
Saking parahnya keadaan Leicester, bandar judi memasang taruhan rekor: 5000:1 untuk kemenangan Leicester. Artinya kalau Leicester menjadi juara Inggris, tiap taruhan 1 dollar akan dibayar 5000 dollar. Bandar judi meyakini bahwa Leicester hanya akan bisa menjadi juara 1 kali setelah bertanding 5000 tahun! Mereka membayar kesombongan mereka dengan kerugian ratusan milyar rupiah.
Kisah Leicester adalah kisah tentang ‘underdog’. ‘Underdog’ bisa diartikan sebagai: ‘pihak yang tidak dianggap atau tidak diperhitungkan’. Dan kisah kemenangan Leicester City dianggap sebagai kisah ‘underdog’ terbesar dalam sejarah olahraga.
Kata pelatih Ranieri: “Kemenangan Leicester memberikan pengharapan kepada semua pemain muda di luar sana yang diberitahu bahwa mereka tidak cukup bagus.”
PENGHARAPAN… itulah satu kata yang muncul. Pengharapan bagi mereka yang lemah, terpuruk, tidak dianggap, tidak diperhitungkan,…
Daud adalah ‘underdog’. Dia tidak diperhitungkan oleh ayahnya sendiri ketika Nabi Samuel datang mencari calon raja.
Dia tidak diperhitungkan oleh Raja Saul ketika dia minta ijin maju berperang.
Dia tidak diperhitungkan oleh saudara-saudaranya dan tentara Israel ketika dia muncul di medan perang.
Dia tidak diperhitungkan oleh lawannya Goliat ketika dia maju menantang Goliat. Dan kita tahu akhir ceritanya.
Tahukah saudara bahwa Yesus dari Nasaret juga ‘underdog’?
… ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. (Yes 53:3)
Bagi kita, Yesus itu tidak masuk hitungan…
Kalau pilih pemain, kita tidak akan pilih Dia.
Kalau pilih pejabat, kita tidak akan pilih Dia.
Kalau pilih teman kerja, kita tidak akan pilih Dia.
Kalau pilih mantu, kita tidak akan pilih Dia.
Ketika seorang anak muda bernama Natanael diajak oleh teman-temannya untuk menemui Yesus, ini jawabannya yang agak sengak: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" (Yoh 1:45) Pertanyaan retorik. Jawabannya sudah tahu: tidak ada!
Memang Yesus itu adalah Sang Underdog. Ketika Dia mati di kayu salib, lengkaplah sudah statusnya sebagai ‘underdog’. Mengakhiri hidup-Nya melalui hukuman mati seolah-olah Dia adalah penjahat. Kubur kosong mengubahkan pandangan ini.
Tahukah saudara bahwa pengikut Yesus juga adalah ‘underdog’?
Saya ulang kutipan di awal:
Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. (1 Kor 1:26)
Tetapi ketika kuasa dari tempat maha tinggi, yaitu Roh Kudus, turun atas kita, maka ‘underdog’ akan menjadi ‘top dog’ dan melakukan perkara-perkara besar.
28 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, 28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, 29 supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. (1 Kor 1:27-28)
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT