Image Background
header
Umum W H A A  T T !!
W H A A T T !!
All men dream, but not equally.
Those who dream by night in the dusty recesses of their minds, wake in the day to find that it was vanity; but the dreamers of the day are dangerous men,
for they may act on their dreams with open eyes, to make them possible.
(Semua orang bermimpi, tidak tidak sama.
Mereka yang bermimpi di malam hari di pojok berdebu dari pikiran mereka,
terbangun di siang hari hanya untuk menemukan bahwa mimpi mereka itu sia-sia; tetapi para pemimpi di siang hari adalah orang-orang yang berbahaya, karena mereka bisa bertindak atas mimpi mereka dengan mata terbuka, membuat mimpi mereka menjadi kenyataan).
T. E. Lawrence, dalam buku The Seven Pillars of Wisdom
Susan Boyle maju ke panggung Britain Got Talent 2009. Langsung penonton dan juri ketawa. Mereka mentertawakan si calon bintang ini. Asal dari kampung di pojok Skotlandia, dengan baju model kuno, gaya kampungan, tampang agak pesek, lajang di umur 48 tahun, Susan betul-betul menjadi sasaran olok-olok hari itu. Apalagi ketika dia ditanya cita-citanya. Dia ingin menjadi seperti idolanya, penyanyi Inggris terkenal, Elaine Paige. Penonton tambah ketawa menghina. Jauh panggang dari api. Ketika ditanya mau nyanyi lagu apa, Susan menyebut lagu berjudul ‘I Dream a Dream’ (Saya memimpikan satu mimpi). Whaatt? Ini betul-betul tukang mimpi…! Kocak habis! Tapi,… berilah dia kesempatan.
Lalu dia membuka mulutnya dan menyanyi. Dan penonton dan juri berhenti tertawa… dengan mata membelalak dan mulut terbuka, mereka melihat suatu pertunjukkan yang takkan terlupakan. Susan Boyle hari itu menunjukkan dia siapa… Dengan suaranya, Susan ‘menyihir’ para pendengarnya. Dalam satu hari, video klip nyanyiannya ditonton 10 juta orang! Memang dia akhirnya tidak menang, tetapi orang-orang sudah tahu: a star is born. Satu bintang sudah lahir. Susan Boyle akhirnya menjadi penyanyi terkenal dan kaya raya. Bahkan, mimpinya akhirnya kesampaian. Dia bisa menyanyi bersama bintang pujaannya, Elaine Paige.
Orang-orang juga ketawa ketika tahun lalu Donald Trump menyatakan keinginannya untuk menjadi presiden AS. Saya termasuk yang tertawa. Kaya sih kaya boss, tapi jadi presiden? Ntar dulu… Mulut sembarang ngomong, rambut kayak boneka… Setahun kemudian, tidak ada yang tertawa. Trump mengalahkan 16 orang saingan dengan nama-nama besar, termasuk anak mantan presiden, Jeb Bush. Dia terpilih sebagai calon presiden AS dari partai Republik. Whaatt? Apakah dia benar akan jadi presiden? Kita harus tunggu sampai akhir tahun ini. Tapi yang jelas, tidak ada lagi yang berani mentertawakan Trump.
para pemimpi di siang hari adalah orang-orang yang berbahaya…
Seorang anak muda dari pojok kampung Betlehem pergi ke medan perang karena disuruh papanya untuk pergi melihat keadaan abang-abangnya yang lagi ada di medan perang. Dia tiba di sana dan keheranan melihat para tentara negaranya sedang ketakutan. Di seberang sana, di wilayah musuh, ada raksasa sedang petantang-petenteng menghina-hina mereka. Tidak ada yang berani maju untuk menghadapi Hulk dari Filistin itu.
Lalu si anak muda itu pergi ke sungai dan mengambil 5 batu kali sebagai senjata. Whaatt? Bisakah sdr membayangkan ada orang yang menghadapi teroris bersenjata lengkap dengan ketepel??
Tapi itulah yang terjadi. Hari itu Daud menghadapi Goliat dengan ketepel! Dan dia berhasil mengalahkan raksasa itu.
Dunia berubah pada hari Daud mengalahkan Goliat. Istilah Daud vs Goliat sekarang memiliki arti yang berbeda. Dulu, raksasa pasti menang. Sekarang, ada kemungkinan bahwa si kecil yang justru menang.
Tahun lalu, ketika klub basket Golden State Warriors berhadapan dengan klub Cleveland Cavaliers, jelas bahwa orang berpihak ke Cavaliers. Kenapa? Ada raksasa bernama Lebron James di situ. Orang ini mengakui dirinya sebagai pemain basket terbaik di dunia. Pelatih Warriors yang baru, Steve Kerr, belum pernah punya pengalaman melatih. Di final, ketika tertinggal 1-2, Kerr memutuskan untuk melakukan perubahan yang mengagetkan. Dia memutuskan untuk menurunkan pemain berbadan kecil melawan para raksasa Cavaliers. Whaatt? Hasilnya kita tahu. Raksasa kalah… Golden State Warriors menjadi juara NBA.
Saudara sekalian, hidup ini tidaklah terlalu gampang diprediksi. Banyak hal yang kelihatan mustahil di depan kita. Seperti Goliat, mereka ini mengintimidasi dan mengancam. Dan banyak orang gemetar di hadapan raksasa-raksasa ini. Tetapi contoh-contoh demi contoh menjungkir-balikan pandangan bahwa yang kuat pasti menang, yang besar pasti berjaya, yang banyak pasti berhasil.
Raya Yosafat dikepung oleh koalisi 3 negara. Dalam keadaan kejepit, dia mencari Tuhan. Seperti Daud menghadapi Goliat, dia maju bukan dengan tentara di depan barisan, tetapi para penyanyi. Whaatt? Penyanyi di barisan depan? Memang ngawur, naif, bodoh, ga masuk akal… tapi Yosafat menang!
So… buat anda yang sedang terpuruk, punya mimpi tapi tidak pernah jadi, saya ingin menguatkan anda. Semua pencapaian perlu kerja keras, tidak cukup hanya bermimpi. Semua pencapaian perlu waktu, tidak bisa langsung jadi. Dan semua pencapaian memerlukan anugerah dan campur tangan Tuhan, Sang Pengatur Agung. Andalkanlah Dia, maka mimpimu akan jadi, sehingga orang-orang akan berkata: Whaatt?
5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Amsal 3:5-6)
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT