Image Background
header
sermon notes ARTI KEKRISTENAN
ARTI KEKRISTENAN
KEKRISTENAN ADALAH HUBUNGAN

Bacaan Alkitab: Yoh 15:1-15

Kekristenan bukanlah semata-mata agama atau ritual keagamaan, tetapi hubungan kita dengan Tuhan yang kita sembah.
Ritual berbicara tentang kegiatan-kegiatan yang kita lakukan dalam ibadah kita, seperti berdoa, bernyanyi, mendengarkan khotbah, memberikan persembahan dll. Semua ini penting dan ada maknanya. Tetapi lebih penting daripada semua itu adalah hubungan kita dengan Tuhan. Tanpa hubungan dengan Tuhan, semua kegiatan kita adalah kosong saja. Hubungan dengan Tuhan lebih penting daripada ritual. Tujuan ritual adalah membawa kita kepada hubungan dengan Tuhan. Yesus menyatakan hal ini dalam bacaan yang tadi kita baca di Yoh 15. Kita adalah ranting-ranting anggur, dan Dia adalah pokok anggurnya. Ranting hanya bisa hidup dan berbuah kalau dia tersambung dengan pokok anggur. Tanpa hubungan itu, dia akan mandul, kering dan mati.


SESEORANG BISA MENJADI KRISTEN TAPI TANPA HUBUNGAN DENGAN KRISTUS

Agama bisa saja dijalankan tanpa hubungan (Kristen tanpa Kristus):
1. TUHAN dijadikan alat: alat pembenaran (misalnya: yang penting sudah kebaktian). Tuhan juga jadi alat untuk mendapatkan sesuatu: kesembuhan, berkat dll.
2. Mengutamakan kenyamanan. Hanya mau ibadah kalau fasilitas nyaman.
3. Ibadah = kewajiban. Sering kali beribadah karena rasa takut.
4. Mengandalkan pengantara: baik berupa manusia maupun benda tertentu.
5. Tidak ada perubahan hidup. Beribadah atau tidak beribadah hidupnya tetap sama saja.
6. Tidak ada pengorbanan – agama tanpa pengorbanan: waktu, harta, kenyamanan. BISAKAH SUATU HUBUNGAN DIBANGUN TANPA PENGORBANAN?


BAGAIMANA SUPAYA TERHUBUNG DENGAN POKOK ANGGUR:
1. Tinggallah di dalam Yesus dan Yesus di dalam kita (ay 4). Ini berbicara tentang keintiman. TINGGALLAH DI DALAM AKU adalah undangan dari Yesus kepada satu hidup yang penuh dengan sukacita dan buah-buah – bandingkan hidup sebelum dan sesudah mengenal Yesus. Membangun hubungan = memberikan waktu. Langkah praktis: 5 menit saja bersama Yesus setiap pagi.
2. Serius dgn Tuhan (ay 6). Hidup sebagai orang Kristen tidak hanya begitu-begitu saja. Kekristenan menuntut dari kita untuk hidup sungguh-sungguh. Kalau tidak berbuah, kita akan dibuang dan dibakar. Langkah praktis: waktu datang ke ibadah, sikap kita adalah: ini bukan soal main-main – datang tepat waktu. Sehari-hari: perbaiki hidup kita sehingga semakin hari semakin berkenan di hadapan Tuhan.
3. Bersedia dibersihkan. Ranting yang berbuah justru dibersihkan. Dibersihkan dgn pisau tajam, bukannya dibersihkan dengan kemocing. Bersedia ditegur. Bersedia dikoreksi.

Apa yang terjadi kalau ‘hubungan’:
Kehidupan – Kesuburan – Jawaban doa
Pertanyaan untuk diskusi:
1. Berkat apa yang sdr terima dari Firman Tuhan minggu ini?
2. Bagaimanakah keadaan hubungan sdr dengan Tuhan? Dari 6 hal di atas yang menggambarkan ‘kristen tanpa Kristus’, adakah hal-hal tertentu yang masih perlu saudara perbaiki dalam diri saudara sehingga menjadi dekat dengan Tuhan?
3. Adakah ‘gunung’ dalam hidup sdr yang perlu disingkirkan? Maukah sdr berdoa untuk hal ini selama 60 hari ke depan?
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT