Image Background
header
sermon notes KUNCI KEPADA KEBERHASILAN
KUNCI KEPADA KEBERHASILAN
Bacaan Alkitab: Kis 20:1-38
Sukses sangat dikejar oleh manusia di dunia ini. Manusia akan memberikan/mengorbankan apa saja supaya sukses.
Dua pertanyaan penting tentang sukses:
Pertama: Bagaimana mengukur sukses?
Kedua: bagaimanakah caranya menjadi sukses?
Kedua pertanyaan ini dijawab di Kis 20.
Rasul Paulus dari segi ukuran jaman sekarang, dia mungkin tidak akan dianggap orang berhasil: tidak punya banyak uang, hidup banyak susah. Tetapi kita tahu satu hal, sejarah dunia mencatat dia sebagai seorang yang mengubahkan dunia.
Kalau kita berbicara apa ukuran sukses, kita harus sadar bahwa ini ada hubungannya dengan panggilan Tuhan.
Jadi, apa itu sukses? Sukses adalah memenuhi panggilan Tuhan dalam hidup seseorang. Setiap orang yang memenuhi panggilan Tuhan dalam hidupnya adalah orang sukses.
Rahasia sukses menurut Kisah 20:
1. Pertama: totalitas. Ayat 21-24, 27: Totalitas artinya: melakukan segala yang bisa dan perlu dilakukan untuk suatu hal. Paulus memberikan segala-galanya untuk panggilan dalam hidupnya. Dia memberikan semua yang dia miliki, dengan segenap tenaga yang ada, sampai nyawapun tidak diperdulikan. Totalitas, melakukan apa-apa tidak tanggung-tanggung:
a. Memberikan yang terbaik/bersungguh-sungguh melakukan suatu bidang sekalipun terlihat remeh. TIDAK ADA TUGAS YANG TERLALU KECIL. Masalah banyak manusia adalah kita HANYA ingin melakukan yang besar, keluarkan ilmu terbaik kalau itu hal yang heboh. Pelayanan usher dianggap sesuatu yang paling remeh di gereja. Padahal seorang pengunjung mengambil kesimpulan tentang suatu gereja dalam 2 menit pertama dia hadir di gereja tersebut. Dan dalam 2 menit itu, siapa yang dia temui? Usher…
b. Bersedia berkorban demi selesainya tugas. Paulus banyak berkorban demi tugas pelayanannya.
c. Tidak berhenti sekalipun ada kesulitan. Tidak ada jaminan segala sesuatu pasti mulus di dunia ini. Yang namanya kesulitan pasti datang. Ada yang sulit tidur. Ada yang sulit makan. Ada yang sulit berhenti melakukan sesuatu. Paulus menghadapi kesulitan dan aniaya dalam pelayanannya. Tetapi dia tidak berhenti.
Mengalami penderitaan, tidak selalu senang tapi tetap lanjut. 2 Kor 11:23-29.

2. Kedua: motivasi yang benar dalam melakukan sesuatu. Ayat 33-35. Motivasi adalah alasan kenapa kita melakukan sesuatu. Dengan motivasi yang tepat, seseorang akan melakukan sesuatu dengan antusias.
Paulus mengabarkan Injil bukan untuk mendapat sesuatu. Tetapi untuk memberikan sesuatu. Ini bukan berarti dia tidak didukung oleh jemaat. Justru kita tahu bahwa dia sampai menulis surat ke jemaat Filipi untuk mengucapkan terima kasih atas persembahan mereka ketika dia dipenjara dan membutuhkan uang.
Apa motivasi yang benar? MENJADI BERKAT.
Ketika sdr datang ibadah/melayani, apa motivasi sdr?
3. Ketiga: ay 22-23 Berserah penuh kepada tuntunan Roh Kudus. Kemanapun Roh Kudus membawa, ikut saja. Paulus menyebut dirinya sebagai ‘tawanan Roh’. Dia tidak bisa melawan.
a. Hak sudah hilang; kebebasan hilang;
b. Sekalipun tahu bahwa kesusahan menanti di depan.
c. Dalam hal ini Paulus meniru Yesus, yang tahu bahwa kalau Dia ke Yerusalem, Dia akan ditangkap, disalib dan mati di sana. Dia tetap pergi. Kebanyakan orang akan menghindar. Tetapi Yesus tetap maju, karena Dia tahu untuk alasan inilah Dia datang ke dunia. Kembali kepada panggilan: kalau sdr tahu dan menerima panggilan sdr, tidak hanya sdr akan mantap, tetapi sdr juga akan menjadi tabah, tahan banting, dan tidak takut akan kesusahan.

Pertanyaan untuk diskusi:
1. Apa yang menjadi berkat buat saudara ketika sdr mendengar khotbah ini?
2. Adakah hal yang baru yang sdr terima dari khotbah ini?
3. Apa yang sdr sudah lakukan yang sesuai dengan isi khotbah ini?
4. Apa yang masih menjadi pergumulan sdr sehubungan dengan isi khotbah ini?
Footer
Wisma Achilles Lt 6, Jl Panjang No.29, Kedoya – Jakarta Barat | Phone: (021) 58908595,Fax: (021) 58357514 | Email: admin
@gbiputera.org©2015 GBI Putera. All Rights Reserved.
Jasa Pembuatan Website By IKT